Buka konten ini

BINTAN (BP) – Lonjakan penumpang terjadi di Pelabuhan Sei Kolak Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (16/4) dini hari. Ribuan orang memadati pelabuhan saat KM Tidar sandar.
Data mencatat sebanyak 1.082 penumpang berangkat dari Kijang, sementara penumpang yang tiba mencapai sekitar 2.750 orang. Totalnya, sekitar 3.832 orang berada di pelabuhan pada waktu yang sama.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, mengakui terjadi lonjakan signifikan dibandingkan hari biasa. “Jika hari normal, penumpang hanya ratusan,” ujarnya. KM Tidar berangkat dari Kijang dan melanjutkan pelayaran ke sejumlah kota tujuan, seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Bau-Bau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, hingga Kupang.
Menurut Putra, lonjakan penumpang dipicu beberapa faktor. Salah satunya limpahan calon penumpang dari Batam yang tidak mendapatkan tiket KM Kelud tujuan Tanjung Priok.
“KM Kelud penuh, sehingga mereka mencari alternatif berangkat dari Kijang,” jelasnya.
Selain itu, berdasarkan dokumen perjalanan, banyak penumpang yang menggunakan paspor. Mereka diduga merupakan mantan pekerja migran dari Malaysia yang hendak kembali ke kampung halaman, terutama ke wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.
Salah seorang penumpang KM Tidar, Rina, mengaku memilih kapal Pelni karena tarifnya lebih terjangkau. Selain itu, ia juga bisa membawa barang hingga 40 kilogram.
Warga Batam tersebut bersama keluarganya memanfaatkan momen ini untuk pulang ke Nusa Tenggara Timur setelah bertahun-tahun tidak pulang. (*)
Reporter : SLAMET MOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY