Buka konten ini

PENGELOLA Hotel dan Villa Royal Bintan Heritage di Jalan Lingkar Wacopek, Kampung Batu Licin, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur, angkat bicara terkait penghentian sementara operasional hotel oleh pemerintah daerah akibat persoalan perizinan.
Direktur PT Askara Nusa Persada, Arifin, menegaskan pihaknya telah menjalankan seluruh proses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, hotel tersebut merupakan fasilitas pendukung kawasan investasi yang berada dalam proyek strategis nasional (PSN) dan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang dikelola perusahaan di atas lahan seluas 1.200 hektare. Kawasan tersebut saat ini telah menarik sejumlah investor.
“Di kawasan PSN dan KEK ini banyak investor yang masuk. Karena itu kami berharap pemerintah dapat mempermudah proses investasi agar pembangunan yang berjalan memberi manfaat bagi daerah,” ujar Arifin, Selasa (21/4).
Ia menjelaskan, bangunan tersebut bukan hotel baru, melainkan hotel lama yang telah berdiri sekitar 10 tahun dengan nama berbeda.
Setelah diambil alih PT Askara Nusa Persada, bangunan itu direnovasi dan kemudian berganti nama menjadi Royal Bintan Heritage.
“Hotel ini sudah ada sejak lama, bukan dibangun baru tanpa izin. Kami hanya merenovasi dan menyiapkannya sebagai sarana pendukung investor di kawasan ini,” katanya. Arifin menegaskan, hotel tersebut belum beroperasi secara komersial. Saat ini, fasilitas dengan 20 kamar itu baru digunakan untuk uji coba terbatas bagi tamu investor yang berkunjung ke kawasan KEK.
“Belum beroperasi. Baru uji coba dan hanya digunakan tamu investor. Jika sudah resmi beroperasi, pemerintah akan kami undang,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh dokumen perizinan, termasuk Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL), telah diajukan. Namun sebagian dokumen masih dalam proses penyelesaian di instansi terkait.
“Administrasi sudah kami jalankan, hanya belum seluruhnya selesai. Kami tetap mengikuti prosedur sampai tuntas,” ujarnya.
Arifin berharap pemerintah daerah dapat mendukung keberadaan proyek tersebut karena dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menjaga kepercayaan investor di Bintan. “Ini kawasan strategis yang membawa investasi dan tenaga kerja. Jangan sampai investor yang masuk justru merasa dipersulit,” tutupnya. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GUSTIA BENNY