Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial N, 48, warga Kecamatan Karimun, ditemukan tewas gantung diri di dalam kamar tidurnya, Selasa (21/4) pagi. Korban merupakan salah seorang Jemaah Calon Haji (JCH) Karimun. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh anak korban.
Kapolsek Tanjungbalai Karimun, AKP Andri Yusri, mengatakan kejadian bermula saat anak korban berinisial Mk terbangun sekitar pukul 02.00 WIB.
“Saat itu saksi bangun untuk makan. Ia sempat mendengar suara pintu dan memanggil korban. Korban menjawab dan mengatakan berada di kamar serta tidak melakukan apa-apa,” ujar Andri.
Saksi juga sempat melihat korban memegang kursi plastik berwarna hijau sebelum kembali tidur.
Selanjutnya, sekitar pukul 06.30 WIB, Mk kembali terbangun setelah mendengar pintu kamar korban diketuk. Saat itu, kakak korban berinisial Ey dan saudara korban berinisial Ss sudah berada di depan kamar dan berupaya memanggil korban, namun tidak mendapat jawaban.
Mk kemudian keluar rumah dan mengintip melalui jendela kamar. Ia mendapati korban sudah tergantung di belakang pintu kamar.
“Saksi langsung berlari masuk sambil menangis dan memberitahukan kejadian tersebut kepada keluarga. Pintu kamar kemudian didobrak, dan korban diketahui sudah meninggal dunia,” jelasnya.
Kejadian ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Sekitar pukul 07.30 WIB, petugas bersama Unit Inafis Polres Karimun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Muhammad Sani untuk dilakukan visum. Pihak keluarga menolak autopsi, sehingga jenazah diserahkan untuk dimakamkan.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui salah satu JCH asal Karimun yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karimun, Muliadi, mengatakan pihaknya telah melayat ke rumah duka dan berkoordinasi dengan keluarga.
“Kami sudah bertakziah dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga. Penyebab kematian, kita menunggu hasil pemeriksaan pihak berwenang,” ujarnya.
Dengan meninggalnya korban, jumlah JCH asal Karimun berkurang satu orang, dari sebelumnya 121 menjadi 120 jemaah. “Selanjutnya akan dilakukan proses pembatalan, dan posisinya akan digantikan jemaah cadangan sesuai nomor urut. Saat ini calon pengganti berasal dari Batam,” tambahnya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY