Buka konten ini

BATAM (BP) – Puluhan pelajar SMA Negeri 14 Batam mengikuti kegiatan eduwisata atau study tour ke gudang Perum Bulog di kawasan Batu Merah, Batam, Selasa (21/4). Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman langsung kepada siswa tentang peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program literasi pangan bagi pelajar. Melalui kegiatan ini, siswa diajak melihat secara langsung kondisi stok pangan di gudang Bulog.
“Melalui eduwisata ini, kami ingin memastikan generasi muda memahami bahwa stok beras di gudang Bulog dalam kondisi aman, penuh, dan mencukupi,” tegasnya.
Menurut dia, dengan melihat secara langsung, para siswa dapat memastikan bahwa stok pangan di Bulog Batam dalam kondisi aman. Sehingga masyarakat wilayah Batam tak perlu khawatir akan ketersediaan pangan.
“Ini juga menjadi bukti bahwa program swasembada pangan, khususnya beras, berjalan dengan baik,” ujar Guido.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa tidak hanya melihat tumpukan beras, tetapi juga komoditas lain seperti minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan pokok lainnya yang dikelola Bulog.
“Kami juga memberi penjelasan terkait tugas dan fungsi Bulog sebagai lembaga yang berperan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan,” sebutnya.
Antusiasme para pelajar terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka aktif bertanya seputar pengelolaan stok pangan, distribusi, hingga peran Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Kami senang bisa datang langsung ke gudang Bulog. Jadi tahu bagaimana beras disimpan dan didistribusikan,” ujar salah satu siswa.
Kegiatan ini turut didampingi oleh dua orang guru dari SMA Negeri 14 Batam. Pihak sekolah menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu menambah wawasan siswa di luar pembelajaran di kelas.
Dengan adanya kegiatan eduwisata ini, Bulog berharap kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan semakin meningkat, sekaligus memperkuat pemahaman bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. (***)
Reporter : YASHINTA
Editor : PUTUT ARIYO