Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Harapan Kabupaten Kepulauan Anambas untuk memiliki Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kian mendekati kenyataan. Tahap penentuan kini memasuki fase krusial.
Tim verifikasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turun langsung meninjau sejumlah lokasi pada Selasa (21/4). Kunjungan ini menjadi tahap akhir sebelum penetapan kelayakan program tersebut.
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kondisi geografis, kesiapan infrastruktur, hingga dukungan masyarakat nelayan setempat.
Tiga lokasi yang diverifikasi yakni Desa Air Bini di Kecamatan Siantan Selatan, Desa Putik di Kecamatan Palmatak, serta Desa Kuala Maras di Kecamatan Jemaja Timur. Ketiganya dinilai memiliki potensi sebagai pusat pengembangan kawasan nelayan.
Kepala Dinas Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DPPP) Kepulauan Anambas, Arcan Iskandar, mengatakan proses verifikasi berlangsung ketat dengan sejumlah persyaratan teknis yang harus dipenuhi.
Salah satu syarat utama adalah legalitas lahan. Status lahan harus jelas untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari.
Selain itu, perizinan pemanfaatan ruang laut juga menjadi perhatian penting. Aspek ini mencakup kesesuaian tata ruang laut, akses nelayan, hingga potensi konflik dengan aktivitas lain seperti jalur pelayaran atau kawasan konservasi.
“Tim melihat sangat detail, mulai dari status lahan hingga izin pemanfaatan ruang laut. Jika tidak memenuhi, langsung diminta perbaikan,” ujar Arcan.
Dalam peninjauan tersebut, salah satu lokasi bahkan diminta untuk disesuaikan. Lokasi di Desa Air Bini dinilai belum memenuhi kriteria karena posisinya berada di darat.
“Untuk Air Bini, lokasi awal di darat. Setelah ditinjau, tim meminta agar digeser lebih dekat ke laut. Jadi digeser saja, masih dalam satu desa,” jelasnya.
Tak hanya menilai kondisi fisik, tim juga berdialog langsung dengan nelayan setempat guna mengetahui kebutuhan riil dan kesiapan mereka dalam mendukung program KNMP.
Sejumlah fasilitas pendukung turut menjadi perhatian, seperti tempat tambat perahu, akses jalan, ketersediaan air bersih, hingga jaringan listrik. Infrastruktur dasar ini menjadi indikator penting dalam penilaian kelayakan.
Selain itu, keberadaan kelompok nelayan aktif, koperasi, serta aktivitas ekonomi perikanan juga ikut dievaluasi untuk memastikan program berjalan optimal.
Arcan menambahkan, ketiga lokasi yang diusulkan akan dikembangkan sebagai KNMP tipe hub, yakni pusat layanan utama bagi aktivitas nelayan di wilayah sekitarnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY