Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Momentum Hari Kartini dimaknai sebagai penguatan peran perempuan di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, dunia kerja, hingga institusi kepolisian, untuk terus meningkatkan kapasitas, kepercayaan diri, dan kemandirian.
Di Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengajak perempuan Indonesia, khususnya generasi muda, untuk tetap semangat, mandiri, dan percaya diri dalam menjalani kehidupan.
Pesan itu disampaikan usai upacara peringatan Hari Kartini di lingkungan Pemerintah Kota Batam, Selasa (21/4) pagi. “Terus semangat, harus jadi mandiri dan percaya diri. Selamat Hari Kartini,” ujar Li Claudia.
Menurutnya, perempuan saat ini memiliki peran besar di berbagai bidang, baik dalam keluarga, dunia kerja, maupun pemerintahan. Karena itu, perempuan di Batam diharapkan tidak ragu untuk berkembang, mengambil keputusan, dan menunjukkan kemampuan diri.
Ia menilai semangat Kartini tidak hanya dimaknai sebagai emansipasi, tetapi juga keberanian perempuan untuk tetap teguh pada prinsip dan tujuan hidup.
Li Claudia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam sikap dan tindakan, khususnya bagi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mak-mak harus konsisten, komit. Itu yang bikin kita tegas. Kalau sudah bilang A ya A,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan bukan hanya pendamping, tetapi juga penggerak dan penentu arah dalam berbagai aspek kehidupan.
“Perempuan harus berani, harus yakin dengan dirinya sendiri, dan jangan mudah goyah,” tutupnya.
Harus Tangguh di Dunia Kerja
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, menegaskan Hari Kartini juga menjadi momentum bagi perempuan, termasuk polisi wanita (polwan), untuk menunjukkan kapasitas di tengah dunia kerja yang masih didominasi laki-laki.
Menurut Nona, perempuan tidak hanya dituntut hadir di ruang kerja, tetapi juga harus mampu menunjukkan kompetensi dan ketangguhan dalam berkarier.
“Perempuan harus menjadi perempuan karier yang tangguh, mampu berada di dunia kerja yang didominasi laki-laki,” ujarnya, Selasa (21/4).
Ia menekankan bahwa kunci utama untuk bersaing adalah penguatan kapasitas diri, baik melalui pengetahuan, keterampilan, maupun pengalaman.
“Kompetensi itu harus ditunjukkan. Bisa diperoleh dari knowledge, skill, dan pengalaman,” jelasnya.
Di era digital saat ini, kemampuan tersebut juga harus dapat terbaca dalam sistem kerja yang semakin berbasis teknologi.
“Tidak cukup hanya punya kemampuan, tapi juga harus terbaca oleh sistem,” tambahnya.
Nona juga mengingatkan perempuan tidak perlu mengubah jati diri agar sesuai dengan lingkungan kerja yang maskulin. Menurutnya, karakter feminin justru menjadi kekuatan tersendiri.
“Perempuan punya empati dan kepekaan sosial yang menjadi nilai tambah,” katanya.
Ia menilai banyak polwan di Polda Kepri yang telah menunjukkan kompetensi dan menempati posisi strategis, sebagai bukti terbukanya peluang bagi perempuan untuk berkembang.
“Sudah banyak polwan yang berada di posisi strategis,” ungkapnya.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya keberanian untuk melangkah lebih jauh, termasuk dalam kepemimpinan.
“Jangan takut untuk maju dan memimpin,” tegasnya.
Nona juga meminta perempuan untuk menunjukkan kinerja nyata dan tidak bergantung pada faktor kedekatan.
“Tunjukkan kinerja dan yakinkan pimpinan bahwa kita mampu,” ujarnya.
Ia berharap polwan semakin siap terjun ke lapangan dan tidak hanya berada di balik meja administratif.
“Polwan harus siap berada di lapangan, tidak hanya di belakang meja,” katanya.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini, Polda Kepri juga melibatkan polwan dalam kegiatan sosial dan edukasi kepada pelajar.
“Kegiatan lebih ke sosial dan edukasi ke anak-anak sekolah dengan melibatkan seluruh polwan,” tutupnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN – YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO