Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Apple resmi memasuki fase transisi kepemimpinan paling penting dalam lebih dari satu dekade terakhir dengan menunjuk John Ternus sebagai Chief Executive Officer (CEO) baru menggantikan Tim Cook.
Sementara itu, Cook akan beralih peran menjadi executive chairman, menandai perubahan struktural di pucuk pimpinan perusahaan teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut.
Dalam pengumuman resmi, Apple menyebut Ternus akan mulai menjabat sebagai CEO pada 1 September dan langsung bergabung dalam jajaran dewan direksi. Pada saat yang sama, Arthur Levinson, yang saat ini menjabat sebagai chairman non-eksekutif Apple sekaligus anggota dewan lama perusahaan, akan beralih menjadi lead independent director.
Dilansir dari CNBC, Selasa (20/4/2026), Apple menegaskan, “Cook akan tetap menjalankan perannya sebagai CEO hingga musim panas sembari bekerja sama erat dengan Ternus untuk memastikan transisi yang mulus.”
Selain itu, dalam laporan Fortune, dewan direksi disebut telah menetapkan keputusan tersebut pada Jumat sebelumnya, yang menandai salah satu transisi kepemimpinan paling penting sejak Tim Cook menggantikan Steve Jobs pada 2011.
Dalam pernyataan terpisah, Tim Cook menyampaikan refleksi atas hampir satu setengah dekade kepemimpinannya. Dia mengatakan, “Menjadi CEO Apple adalah kehormatan terbesar dalam hidup saya dan saya merasa sangat dipercaya untuk memimpin perusahaan yang luar biasa ini.
Saya mencintai Apple sepenuh hati.” Dia juga menambahkan bahwa keberhasilan Apple tidak lepas dari tim yang dinilainya inovatif, kreatif, dan konsisten dalam menghadirkan produk kelas dunia.
Sejak Cook memimpin pada 2011, Apple mencatat transformasi finansial yang signifikan. Nilai pasar perusahaan meningkat lebih dari 20 kali lipat dan mencapai sekitar USD 4 triliun (setara sekitar Rp 68.520 triliun dengan kurs Rp 17.130 per dolar AS), pada penutupan perdagangan terakhir. Di bawah kepemimpinannya, Apple berkembang dari perusahaan perangkat keras menjadi ekosistem teknologi global dengan dominasi di sektor layanan digital dan perangkat konsumen.
Namun, pergantian ini terjadi di tengah tekanan baru yang tidak ringan. Apple menghadapi tantangan dalam persaingan kecerdasan buatan, termasuk kritik atas lambatnya pengembangan Siri serta ketertinggalan inovasi dibanding pesaing utama di industri teknologi global. Di sisi lain, lonjakan permintaan cip AI turut memperketat rantai pasok industri semikonduktor dunia.
Di titik inilah penunjukan John Ternus memperoleh bobot strategis. Ternus, yang kini berusia 51 tahun, merupakan figur internal yang telah lama berada di jantung pengembangan produk Apple sejak 2001. Dia memimpin berbagai lini utama perangkat keras seperti iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, hingga Apple Vision Pro. Dengan latar belakang sebagai insinyur mekanik, dia memperkuat orientasi Apple yang kembali menitikberatkan rekayasa produk sebagai fondasi utama pertumbuhan.
Selain pergantian CEO, Apple juga melakukan penyesuaian struktural dengan menunjuk Johny Srouji sebagai chief hardware officer yang baru. Perubahan ini memperkuat fokus perusahaan pada pengembangan teknologi perangkat keras di tengah kompetisi global yang semakin intensif, terutama di sektor komputasi berbasis kecerdasan buatan.
Transisi kepemimpinan ini tidak hanya menjadi pergantian posisi, tetapi juga mencerminkan perubahan arah strategis Apple di tengah sengitnya persaingan teknologi global. Dengan struktur baru ini, Apple memasuki fase krusial yang akan menentukan posisinya dalam peta kekuatan industri teknologi dunia dalam satu dekade mendatang.(*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI