Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Bank Mega Syariah mencatatkan peningkatan akuisisi dana pihak ketiga (DPK) mencapai lebih dari Rp709 miliar dengan total 5,6 ribu NoA (number of accounts) sepanjang periode Ramadan 1447H didorong oleh berbagai aktivitas di 7 kota, yaitu Surabaya, Malang, Semarang, Bandung, Lampung, Palembang, dan Makassar.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengungkapkan rangkaian kegiatan yang dilakukan bertujuan meningkatkan literasi keuangan syariah dengan mengajak berbagai komunitas memanfaatkan layanan perbankan dalam kehidupan sehari-hari seperti tabungan, transaksi digital, hingga pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip syariah.
Dari sisi transaksi, selama periode Ramadan 2026, jumlah transaksi melalui M-Syariah tercatat lebih dari 230 ribu transaksi dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp243 miliar, atau tumbuh lebih dari 24% secara year on year (yoy). Adapun fitur yang paling banyak digunakan oleh nasabah selama Ramadan meliputi transfer, QRIS, dan top up e-wallet.
“Lonjakan ini mencerminkan semakin kuatnya preferensi nasabah terhadap produk tabungan yang mampu mengoptimalkan imbal hasil secara kompetitif tanpa meninggalkan prinsip syariah. Tren ini juga menegaskan keberhasilan transformasi digital Bank Mega Syariah menghadirkan kemudahan bertransaksi serta proses pembukaan rekening yang semakin praktis dan dapat dilakukan secara online,” ungkap Benadicto.
Penggunaan transaksi QRIS juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dibandingkan periode Ramadan 2025, jumlah transaksi QRIS meningkat lebih dari 65%, sementara volume transaksi meningkat lebih dari 58%, menandakan semakin luasnya penggunaan pembayaran non-tunai berbasis QR di berbagai merchant.
“Ke depan, kita akan terus menghadirkan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat ekosistem syariah melalui inovasi produk dan kolaborasi strategis guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” pungkas Benadicto. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI