Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pemerintah daerah terus memberi ruang dan dukungan signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia menyebut, sektor ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, bahkan melampaui sektor formal yang kerap terbatas dalam membuka lapangan kerja.
“UMKM pasti menjadi prioritas kita. Mereka bisa berjualan pecel lele, air tebu, membuat bumbu masak, mencetak kerupuk, dan lainnya. Karena itu kita mesti memberikan jalan agar mereka tumbuh dan berkembang,” ujarnya, Senin (8/9).
Menurut Amsakar, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Saat perusahaan besar tidak mampu menyerap banyak tenaga kerja, UMKM hadir dengan terobosan kecil yang berdampak besar bagi kesejahteraan warga.
Untuk memperkuat sektor ini, Pemko Batam menyiapkan kebijakan pinjaman dengan bunga nol persen. Program ini, kata dia, harus benar-benar dimanfaatkan pelaku usaha karena pemerintah sudah menanggung subsidi bunga agar akses modal menjadi lebih mudah.
“Saya sudah sampaikan, harapan kita program 0 persen pinjaman ini dimaksimalkan. Sayang kalau kebijakan subsidi bunga ini tidak dimanfaatkan,” tegasnya.
Sebagai mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Amsakar mengaku memahami betul problem klasik sektor tersebut. Mulai dari tata kelola usaha, keterbatasan modal, kapasitas SDM, hingga kurangnya kreativitas dalam mengembangkan model bisnis.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkepentingan memberi ruang lebih besar bagi UMKM. Selain menjadi mesin penyerapan tenaga kerja, UMKM juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global maupun nasional.
“Ketika sektor formal tidak menyediakan ruang kerja, UMKM jadi andalan. Pemerintah tentu berkepentingan memberi laluan yang memadai bagi mereka,” tutupnya. (*)
Reporter : Arjuna
Editor : RATNA IRTATIK