Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Harga telur ayam di Kota Batam kembali merangkak naik. Dalam dua hari terakhir, harga di pasaran tembus hingga Rp58 ribu per papan isi 30 butir. Padahal sebelumnya, telur ayam dijual pada kisaran Rp52 ribu per papan.
Di sejumlah swalayan, harga telur berkisar Rp54 ribu sampai Rp56 ribu per papan. Untuk kemasan isi 10 butir, dijual Rp19 ribu hingga Rp20 ribu. Seperti di salah satu swalayan di kawasan Nongsa, harga per papan telur dipatok Rp54 ribu.
“Baru naik lagi dua hari ini, sebelumnya Rp52 ribu per papan,” ujar Ria, karyawan swalayan, Senin (18/8).
Sementara di pasar tradisional seperti Pasar Botania 1, Batam Kota, harga lebih tinggi. Telur ayam buras per papan dipatok Rp55 ribu hingga Rp58 ribu. Sedangkan kemasan isi 10 butir dilepas Rp20 ribu sampai Rp21 ribu.
“Infonya, telur dari Medan lagi tinggi, makanya harga di sini ikut naik,” kata Ahmad, pedagang di Pasar Botania 1.
Kenaikan harga ini membuat pedagang makanan resah. Harga telur yang tidak stabil menyulitkan mereka menentukan harga jual ke pembeli.
“Baru saja turun, sekarang sudah naik lagi. Modal makanan ikut naik, jangan-jangan nanti naik lagi,” ucap Rini, pedagang makanan di Botania, Senin (18/8).
Bukan hanya pedagang, masyarakat juga ikut pusing. Telur yang selama ini jadi andalan menu sehari-hari, kini memberatkan pengeluaran rumah tangga. “Bulan lalu masih Rp48 ribu per papan, sekarang sudah naik lagi. Dibikin serba mahal saja,” keluh Astri, warga Batam.
Belum diketahui secara pasti penyebab kenaikan harga telur di Batam. Sejumlah pedagang menduga, hal ini dipicu berkurangnya pasokan dari daerah pemasok, terutama dari Medan.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok (Bapok) Kota Batam, Aryanton, belum dapat dikonfirmasi terkait gejolak harga telur ini. (***)
Reporter : Yashinta
Editor : RATNA IRTATIK