Buka konten ini
PT Bandara Internasional Batam (BIB) tengah berkoordinasi dengan beberapa maskapai penerbangan untuk angkutan mudik Lebaran 2025. Upaya ini dilakukan guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri.
“PT BIB saat ini masih berupaya menjalin kerja sama dengan maskapai untuk meningkatkan frekuensi penerbangan pada rute-rute tersebut selama musim puncak mudik,” kata Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, Rabu (5/3).
Rute penerbangan dengan jumlah pemudik terbesar dari Batam biasanya menuju Jakarta, Padang, Surabaya, serta kota-kota lain di Pulau Jawa. “Rute tersebut merupakan yang paling diminati oleh pemudik pada setiap periode Lebaran,” jelasnya.
Sementara itu, menjelang masa mudik Idulfitri 2025, harga tiket pesawat untuk angkutan mudik terpantau stabil. Beberapa rute dari Batam, Kepulauan Riau, ke sejumlah kota besar seperti Jakarta, Medan, Padang, Surabaya, dan kota-kota lain di Pulau Jawa masih dalam kisaran normal.
Dari penelusuran di situs perjalanan, harga tiket mulai dari Rp1 jutaan untuk rute Batam–Jakarta dan Batam–Medan pada periode 24 hingga 31 Maret 2025. Sementara itu, untuk rute Batam–Padang mengalami lonjakan signifikan hingga Rp2–3 jutaan, sedangkan rute Batam–Surabaya berkisar antara Rp1–2 jutaan.
Sebelumnya, pemerintah pusat mengumumkan pemberian insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar enam persen untuk tiket penerbangan domestik selama periode 24 Maret hingga 7 April 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan harga tiket pesawat hingga 14 persen guna mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengumumkan langsung kebijakan ini. “Secara agregat, kebijakan ini dapat menurunkan harga tiket pesawat kelas ekonomi domestik selama dua minggu mendatang di angka 13–14 persen,” ujar AHY.
Insentif ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 18 Tahun 2025 yang telah ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Melalui skema ini, pemerintah menanggung sebagian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket pesawat guna menekan harga bagi penumpang. AHY berharap kebijakan ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat yang hendak pulang kampung saat Lebaran.
Sementara itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat arus mudik Lebaran 2025 yang berdekatan dengan perayaan Hari Raya Nyepi. General Manager PT ASDP Batam, Hermine Welkis, menyebutkan pihaknya mempercepat proses perbaikan atau docking dua kapal roro guna memastikan kesiapan armada dalam melayani pemudik pada momen libur panjang tersebut.
“Kami sudah mempercepat docking dua kapal dan siap pada akhir Februari, kemarin. Kapal itu nantinya akan dioperasikan saat momen Lebaran dan libur Nyepi untuk mengoptimalkan layanan bagi para pemudik,” ujarnya, Senin (3/3).
Hermine juga memprediksi akan ada peningkatan jumlah penumpang dibandingkan periode mudik Lebaran tahun sebelumnya. Rute penyeberangan Punggur–Tanjunguban diperkirakan tetap menjadi yang paling ramai, namun lonjakan penumpang juga diprediksi terjadi pada lintasan antarprovinsi seperti ke Buton, Riau, dan Kuala Tungkal, Jambi.
Guna meningkatkan kenyamanan dan kelancaran arus mudik, PT ASDP Batam tetap menerapkan sistem pembelian tiket kendaraan secara daring melalui platform website dan applikasi Ferizy. “Sistem ini terbukti efektif dalam mengurai kepadatan di area pelabuhan, seperti yang terjadi pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya,” kata dia.
Layanan ini bisa diandalkan untuk mengurangi antrean di pelabuhan karena pengguna jasa sudah memiliki jadwal keberangkatan yang pasti dalam sistem. “Dengan berbagai upaya yang dilakukan, ASDP Batam berharap dapat memberikan layanan yang lebih optimal bagi para pemudik serta memastikan kelancaran arus transportasi selama periode libur Lebaran dan Nyepi 2025,” ujarnya.
Pecah Volume Pemudik untuk Kurangi Risiko Penumpukan
Sementara, pemerintah telah mengatur sejumlah strategi untuk memitigasi kemacetan panjang di momen mudik Lebaran. Di antaranya, menetapkan jadwal pengaturan kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN).
Setelah rapat koordinasi (rakor) tingkat menteri terkait kesiapan mudik, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men PAN-RB), Rini Widyantini, telah mengeluarkan surat edaran terkait pengaturan kerja tersebut.
Pengaturan fleksibel yang dimaksud adalah memberi karyawan kebebasan untuk mengatur jadwal dan lokasi kerja mereka masing-masing. ”Flexible working arrangement itu ditetapkan mulai 24 Maret sampai 27 Maret,” tuturnya.
Selain itu, telah dilakukan revisi terhadap SE menteri pendidikan dasar dan menengah (Mendikdasmen), menteri agama (Menag), serta menteri dalam negeri (Mendagri) mengenai jam belajar di rumah atau libur sekolah bagi siswa selama Ramadan. Dari yang awalnya mulai 26 Maret dimajukan lebih awal menjadi 21 Maret.
”Jadi, tanggal 21 Maret itu sudah mulai libur sekolah dan madrasah, nanti masuk lagi 9 April,” paparnya.
Dengan rentang waktu yang lebih panjang ini, diharapkan dapat mengurangi risiko penumpukan jalur mudik maupun arus balik. Tidak hanya terkonsentrasi di waktu-waktu tertentu.
”Nah, ini kaitannya dengan manajemen diskon tarif tol, penurunan harga tiket, penerbangan domestik, maupun perjalanan lain,” jelasnya.
Selain itu, dalam rakor turut dibahas soal kesiapan armada untuk mudik. Baik laut, darat, udara, maupun kereta api. Termasuk juga kesiapan armada mudik gratis. Turut dibahas pula kesiapan infrastruktur jalan, jembatan, dan lain-lain.
Terkait mudik gratis ini, rencananya pemerintah meluncurkan platform terpadu mudik gratis, Nusantara Hub. Dikepalai Kementerian Perhubungan (Kemenhub), apli-kasi ini akan memantau distribusi armada mudik gratis. Dengan begitu, penggunaan armada bisa merata.
Karena itu, koordinasi dan konsolidasi data di antara provider yang menyediakan mudik gratis ini sangat penting dalam platform tersebut. Tak hanya itu, Pratikno turut mengungkapkan soal pembahasan mengenai potensi-potensi bencana seperti longsor dan banjir di momen mudik Lebaran. Sebab, pada akhir Maret nanti masih masuk musim hujan.
Pemerintah pun telah mencoba memitigasi dengan menyiapkan sejumlah alat-alat berat. Kemudian, penyiagaan tim Basarnas dan BNPB di titik-titik tertentu.
”Tadi juga Kemenkes bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan akan melakukan pengecekan terhadap kesehatan para sopir angkutan umum,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengungkapkan pihaknya telah menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk segera melakukan perbaikan jalan. Baik jalan provinsi maupun kabupaten yang rusak. ”Karena kalau terjadi kerusakan jalan provinsi dan kabupaten akan berimbas pada lalu lintas secara nasional,” ungkapnya.
Instruksi yang sama disampaikan pihaknya terkait rest area, dermaga, hingga pelabuhan. Dia meminta kapal-kapal tidak overload. Kemudian, pemerintah daerah wajib memastikan kapal yang melintasi wilayahnya sudah tersedia pelampung sesuai standard operating procedure masing-masing.
Mengenai kesiapan pangan, mantan Kapolri itu sudah menugaskan pemerintah daerah untuk mengawasi betul kesediaan bahan pangan di daerah masing-masing. Tak terkecuali dengan lonjakan harga.
Sejauh ini, kata dia, semua relatif terkendali. Meski beberapa komoditas perlu atensi. Misalnya, untuk harga cabai dan minyak goreng yang terpantau ada kenaikan.
Kesiapan daerah menghadapi masalah hidrometeorologi pun telah dikomunikasikan olehnya. Sebab, meski pengalaman penanganan sudah ada, akhir-akhir ini cuaca terpantau agak ekstrem sehingga butuh siaga penuh. Terutama dalam momen mudik Lebaran.
Sedang Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyebutkan bakal ada ancaman cuaca ekstrem di 10 hari terakhir Maret. Tanggal-tanggal tersebut merupakan waktu-waktu masyarakat mulai mudik.
Menurutnya, masih akan ada hujan di 10 hari terakhir Maret. Intensitasnya bisa ringan hingga lebat. Meski demikian, durasinya terbilang singkat dibandingkan saat ini dan 10 hari kedua pada Maret.
”Kemungkinan ada cuaca ekstrem, tapi durasinya singkat,” ungkapnya saat ditemui dalam kesempatan yang sama. Hal ini lantaran musim hujan yang memang semakin melemah karena sedang transisi menuju musim kemarau. Istilahnya pancaroba.
Walaupun begitu, BMKG dipastikan terus siaga. Pihaknya tetap menyiapkan opsi modifikasi cuaca. Sebab, menurut dia, cuaca ekstrem tidak datang tiba-tiba, tapi dapat terdeteksi sebelumnya. Dengan begitu, bisa dilakukan langkah antisipasi melalui modifikasi cuaca dan peringatan dini.
Saat ini modifikasi cuaca telah dilakukan BMKG bersama pihak-pihak terkait. Hasilnya pun dapat dirasakan. Jakarta dan sekitarnya yang diperkirakan hujan dengan intensitas sedang dan lebat terbukti hingga petang tidak mengalami hujan.
Modifikasi cuaca ini direncanakan berlangsung sampai 8 Maret. Setelahnya, akan dievaluasi terlebih dahulu perkembangan cuaca yang ada. Jika membaik, modifikasi akan dihentikan. (***)
Reporter : Azis Maulana, JP GROUP
Editor : RYAN AGUNG