Buka konten ini

TOKYO (BP) – Jepang untuk pertama kalinya mencatat kokushobi atau hari panas ekstrem setelah tiga kota di wilayah tengah negara itu mengalami suhu udara mencapai 40 derajat Celsius. Istilah baru tersebut mulai digunakan Badan Meteorologi Jepang untuk menandai kondisi cuaca yang dinilai semakin ekstrem.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (22/7), suhu tertinggi tercatat di Kota Tajimi, Prefektur Gifu, yang mencapai 40,3 derajat Celsius. Kota Toyoda di Prefektur Aichi mencatat suhu 40,1 derajat Celsius, sementara Kota Gujo di Prefektur Gifu menyentuh tepat 40 derajat Celsius.
Istilah kokushobi mulai diperkenalkan sejak April 2026. Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang hanya menggunakan istilah moshobi atau hari sangat panas untuk suhu 35 derajat Celsius atau lebih. Kini, hari dengan suhu mencapai 40 derajat Celsius memiliki kategori tersendiri sebagai peringatan dini terhadap risiko cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi Jepang memperkirakan suhu tinggi masih akan melanda banyak wilayah mulai Rabu dan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, mencukupi kebutuhan cairan, serta mewaspadai risiko sengatan panas (heatstroke).
Gelombang panas berkepanjangan itu juga telah menelan korban jiwa. Pada Senin, dua pria ditemukan tergeletak di jalan dan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke rumah sakit.
Korban pertama merupakan pria berusia 70-an tahun di Kota Odawara, Prefektur Kanagawa. Korban lainnya adalah pria berusia 40-an tahun di Kota Sanjo, Prefektur Niigata.
Sementara itu, pada Selasa (21/7), seorang perempuan berusia 80-an tahun meninggal dunia akibat sengatan panas di Kota Mitsuke, Prefektur Niigata. Menurut pemerintah setempat, korban ditemukan tidak sadarkan diri di rumahnya saat petugas layanan lansia melakukan kunjungan rutin.
Data Badan Meteorologi Jepang menunjukkan, hingga pukul 15.00 waktu setempat, sebanyak 731 dari 914 titik pengamatan mencatat suhu maksimum sedikitnya 30 derajat Celsius. Sebanyak 272 lokasi di antaranya masuk kategori moshobi, di luar wilayah yang telah diklasifikasikan sebagai kokushobi.
Menurut Badan Meteorologi, sistem tekanan udara tinggi yang menyelimuti sebagian besar wilayah Jepang sejak Minggu menyebabkan suhu udara di permukaan maupun lapisan atmosfer meningkat signifikan. Selain tiga kota yang menembus 40 derajat Celsius, sejumlah daerah lain juga mencatat suhu mendekati angka tersebut. Kota Nagoya mencapai 39,7 derajat Celsius, sedangkan Kota Kumagaya di Prefektur Saitama mencatat suhu 38,6 derajat Celsius.
Gelombang panas yang melanda Jepang kembali menyoroti dampak cuaca ekstrem terhadap kesehatan masyarakat. Pemerintah terus mengimbau warga, terutama lansia dan kelompok rentan, agar tidak meremehkan risiko sengatan panas. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY
