Buka konten ini

BATAM (BP) – Sebanyak 25 ribu paket sembako dalam Program Pasar Murah Bersubsidi Tahap II Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Batam habis terdistribusi hanya dalam enam hari.
Tingginya antusiasme masyarakat mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam mengusulkan pelaksanaan tahap ketiga melalui APBD Perubahan 2026 yang direncanakan berlangsung menjelang Natal.
Program yang menyasar 43 kelurahan di sembilan kecamatan tersebut mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Di hampir seluruh titik pelaksanaan, kuota paket sembako bersubsidi habis dalam waktu singkat, bahkan banyak warga meminta agar jumlah paket ditambah.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Kota Batam, Suhar, melalui Kepala Bidang Perdagangan, Wahyu Daryatin, mengatakan Selasa (14/7) menjadi hari terakhir pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi Tahap II.
”Hari ini penutupan di Kecamatan Bengkong dan Lubukbaja. Total keseluruhan sudah mencapai 25 ribu paket,” kata Wahyu kepada Batam Pos, Selasa.
Pada hari terakhir, pembagian dipusatkan di dua kecamatan. Di Kecamatan Bengkong, pemerintah menyalurkan 1.500 paket, masing-masing 750 paket di Kelurahan Sadai dan 750 paket di Kelurahan Tanjungbuntung. Kegiatan penutupan secara simbolis digelar di kawasan Golden Beach Golden Prawn.
Sementara itu, di Kecamatan Lubukbaja, sebanyak 2.750 paket didistribusikan kepada warga di lima kelurahan, yakni Tanjunguma, Baloi Indah, Lubukbaja Kota, Batu Selicin, dan Kampung Pelita.
Sehari sebelumnya, Senin (13/7), Disperindag juga telah menyalurkan 2.550 paket di Kecamatan Sungai Beduk yang meliputi Kelurahan Tanjungpiayu, Duriangkang, Mangsang, dan Mukakuning.
Wahyu menjelaskan, pelaksanaan pasar murah dilakukan selama empat hari pada pekan pertama, kemudian dilanjutkan dua hari pada pekan kedua setelah jeda akhir pekan. Seluruh paket yang disiapkan pemerintah berhasil tersalurkan kepada masyarakat.
”Antusias masyarakat luar biasa. Semua paket habis. Bahkan banyak warga yang meminta agar jumlah paket ditambah,” ujarnya.
Program pasar murah tersebut merupakan bentuk subsidi langsung Pemerintah Kota Batam untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Setiap paket berisi 10 kilogram beras, dua kilogram tepung terigu, dan satu kilogram gula pasir yang dapat ditebus warga seharga Rp100 ribu, jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Menurut Wahyu, selain meringankan beban masyarakat, program ini juga menjadi salah satu langkah pemerintah dalam menjaga daya beli warga sekaligus mengendalikan laju inflasi daerah.
”Minimal program ini bisa membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli,” katanya.
Melihat tingginya animo masyarakat, Disperindag Kota Batam berencana mengusulkan pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi Tahap III melalui APBD Perubahan 2026. Apabila alokasi anggaran disetujui, program tersebut akan kembali digelar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
”Rencananya tahap ketiga kami usulkan melalui APBD Perubahan. Kalau disetujui, pelaksanaannya menjelang Natal agar masyarakat kembali mendapatkan bantuan sembako bersubsidi,” tutup Wahyu. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO
