Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Cuaca panas yang semakin terasa di berbagai daerah membuat kebutuhan akan kaca film berkualitas tinggi terus meningkat. Pengguna mobil kini tidak hanya mencari perlindungan dari panas matahari, tetapi juga menginginkan tampilan kendaraan yang lebih menarik tanpa mengorbankan visibilitas saat berkendara.
”Produk ini untuk semua kalangan, mulai pengguna mobil harian hingga pecinta modifikasi yang ingin memaksimalkan fungsi kaca film sekaligus meningkatkan tampilan mobil,” ujar Founder Pengepul Mobil, Jacki Suwandi.
Genap satu tahun hadir di pasar otomotif Indonesia, Pengepul Mobil Window Film meluncurkan produk terbaru yang diklaim memiliki kemampuan penolakan panas paling tinggi di pasar kaca film aftermarket. Produk tersebut resmi diperkenalkan pada 10 Juli 2026 setelah melalui serangkaian pengujian dan studi banding.
Menurut Jacki, produk ini lahir dari pengalamannya sebagai konten kreator otomotif yang banyak berinteraksi dengan komunitas modifikasi di dalam maupun luar negeri. Dari berbagai pertemuan tersebut, ia melihat kebutuhan akan kaca film yang menggabungkan kualitas tinggi dengan nilai estetika.
Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan tampilan non chrome dengan warna Cool Gray yang terlihat lebih natural. Pada tingkat kegelapan 20 persen, kaca film tetap tampak transparan dari dalam kabin, tetapi tetap diklaim mampu mereduksi panas secara maksimal.
”Tampilan kaca film kami sedikit lebih wah. Siang terlihat lebih gelap, sementara malam menjadi lebih terang,” kata Jacki.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah teknologi fotokromik. Teknologi ini memungkinkan tingkat kegelapan kaca berubah mengikuti intensitas sinar ultraviolet.
Saat cuaca terik, kaca akan menggelap untuk membantu mengurangi panas dan silau. Ketika intensitas cahaya berkurang atau malam hari, kaca kembali lebih jernih sehingga visibilitas pengemudi tetap optimal.
Secara teknis, Pengepul Mobil Window Film mengklaim memiliki Infra Red Rejection (IRR) hingga 100 persen. Produk ini juga dibekali fitur High Thermal Insulation yang membantu mengurangi perpindahan panas melalui kaca sehingga suhu kabin lebih stabil dan beban kerja pendingin udara dapat ditekan.
Selain itu tersedia pula fitur Glare Reduction, UV Protection, No Signal Interference, Strong Heat Reduction, Visible Light Transmission, High Heat Rejection, UV Rejection, Wear Coefficient, serta pilihan tingkat kegelapan 20 persen, 40 persen, 70 persen, dan 80 persen.
”Saat ini kami hanya menghadirkan satu varian dengan kemampuan tolak panas seratus persen dan tetap jernih dari dalam kabin,” ucap Jacki.
Untuk harga, pemasangan penuh seluruh kaca eksterior dibanderol mulai Rp 3 juta untuk mobil sedan kecil dan hatchback. Sementara kategori medium small car seperti Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander dan model sekelasnya dipasarkan mulai Rp 3,5 juta.
Mereka juga menyediakan layanan home service yang menjangkau berbagai kota di Indonesia. Teknisi akan datang langsung ke lokasi konsumen sekaligus membawa alat ukur untuk membandingkan kemampuan penolakan panas kaca film lama dengan produk yang dipasang. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI