Buka konten ini

BINTAN (BP) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan kembali mengupayakan anggaran sekitar Rp450 juta untuk pematangan lahan pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Perkantoran Bupati Bintan, Bintan Buyu. Anggaran tambahan itu diperlukan karena lahan seluas 10 hektare yang sebelumnya telah dibersihkan kembali ditumbuhi tanaman akibat pembangunan fisik belum dimulai.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, mengatakan secara administrasi pemerintah daerah telah menuntaskan seluruh persyaratan hibah lahan. Sertifikat lahan seluas 10 hektare yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat juga telah diterbitkan.
”Jadi 10 hektare sudah kita cadangkan untuk Sekolah Rakyat dan sertifikat lahannya juga sudah diterbitkan,” kata Ronny.
Ia menjelaskan, pada APBD Perubahan 2025 Pemkab Bintan telah mengalokasikan sekitar Rp500 juta untuk pekerjaan pematangan lahan. Namun hingga kini pembangunan fisik belum dimulai karena proses lelang proyek baru dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026.
Akibat jeda waktu yang cukup panjang tersebut, lahan yang sebelumnya telah dibersihkan kembali ditumbuhi semak dan tanaman liar sehingga membutuhkan pekerjaan pematangan ulang.”Konsekuensinya lahan yang sudah dimatangkan kemarin mulai ditumbuhi tanaman lagi. Pertumbuhannya memang cepat,” ujarnya.
Karena itu, Pemkab Bintan berencana mengalokasikan kembali anggaran pematangan lahan melalui APBD Perubahan 2026. ”Kita akan kembali mengupayakan anggaran lanjutan untuk pematangan lahan dengan nilai sekitar Rp450 juta,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY
