Buka konten ini

VANCOUVER (BP) – Swiss memastikan langkah ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia via adu penalti 4-3 kemarin (8/7). Meski berakhir cukup ketat, duel di BC Place, Vancouver, itu dianggap sebagai salah satu laga paling membosankan sepanjang Piala Dunia 2026.
Penilaian itu bukan tanpa alasan. Swiss baru melepaskan tembakan tepat sasaran pertamanya pada menit ke-32. Sementara Kolombia juga kesulitan membongkar pertahanan rapat Nati –julukan Swiss– sehingga pertandingan berlangsung monoton.
Data ESPN mencatat, pertandingan tersebut menjadi salah satu laga paling minim peluang dalam sejarah Piala Dunia. Total expected goals (xG) kedua tim selama 90 menit hanya mencapai 0,7. Itu merupakan angka terendah di Piala Dunia 2026 dan terendah ketiga dalam sejarah sejak pendataan dilakukan pada 1966.
”Kami membutuhkan perjuangan yang luar biasa, juga kecerdikan dan kesabaran. Akhirnya kami berhasil mematahkan kutukan adu penalti. Saya sangat bahagia untuk para pemain, staf, dan semua pendukung kami,” ungkap pelatih Swiss Murat Yakin kepada SRF.
Kapten Swiss Granit Xhaka menambahkan, kemenangan timnya lahir karena mentalitas tim dan bukan dari permainan yang indah. ”Kami menunjukkan mentalitas yang luar biasa. Kekuatan tekad yang membawa kami menang. Kami akhirnya menciptakan sejarah,” tutur Xhaka.
Kemenangan tersebut mengantarkan Swiss ke perempat final Piala Dunia untuk kali pertama sejak menjadi tuan rumah pada 1954. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih berat. Nati akan menghadapi juara bertahan Argentina pada Minggu (12/7) di Arrowhead Stadium, Kansas City. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO