Buka konten ini

LONDON (BP) – Lima jam 15 menit. Itulah waktu yang dibutuhkan Novak Djokovic untuk mengalahkan Felix Auger-Aliassime 7-6 (10), 3-6, 6-3, 6-7 (4), 7-6 (10-4), pada babak perempat final Wimbledon (8/7). Duel tersebut tercatat sebagai perempat final terlama dalam sejarah turnamen tersebut.
Seusai laga, Djokovic tidak ragu menyebut pertandingan tersebut sebagai salah satu pertandingan terbaiknya di Wimbledon.
“Saya tidak ingat pernah bermain selama ini. Mungkin final melawan Roger pada 2019 mendekati durasinya,” kata Djokovic dikutip dari laman resmi ATP.
Pertandingan itu berlangsung nyaris tanpa jeda. Djokovic hanya sempat meminta medical timeout akibat masalah pada betis kiri saat kedudukan 4-4 di set pertama. Dia juga memprotes keputusan panitia menutup atap Centre Court.
Meski melakukan protes, Djokovic tetap fokus hingga memastikan kemenangan lewat super tie-break pada set kelima.
Kemenangan tersebut semakin luar biasa karena diraih Djokovic menghadapi lawan berusia 14 tahun lebih muda. Dia bahkan baru memastikan kemenangan enam menit sebelum batas waktu pertandingan dihentikan pukul 23.00 waktu setempat.
Kapten tim Davis Cup Inggris Leon Smith menyebut, performa Djokovic sulit dijelaskan dengan logika.
“Bisa bermain di level seperti itu pada usia tersebut, itu tidak normal. Benar-benar tidak normal,” ujarnya kepada BBC.
Sudah Ditunggu Jannik Sinner
Meski begitu, Djokovic bakal menghadapi tantangan lebih berat. Di babak semifinal pada Jumat (10/7) waktu setempat, atlet asal Serbia itu akan menghadapi petenis nomor satu dunia sekaligus juara bertahan, Jannik Sinner.
“Sekarang saya harus menghadapi Sinner di semifinal. Namun, ini tetap menjadi pencapaian hebat lainnya bagi saya di grand slam. Itulah yang paling berarti,” kata Djokovic dikutip dari Punto de Break. “Saya masih ingin membuktikan kepada diri sendiri dan kepada orang lain bahwa saya masih mampu bersaing dengan pemain-pemain terbaik dunia dan mengalahkan mereka di panggung terbesar.” (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO