Buka konten ini

INGGRIS (BP) – Charles Leclerc tampil impresif dengan menjuarai Grand Prix Inggris Formula 1 2026 di Sirkuit Silverstone, sekaligus mengakhiri penantian panjang Ferrari untuk kembali meraih kemenangan. Pembalap asal Monako itu tampil konsisten sepanjang balapan hingga menyentuh garis finis sebagai yang tercepat, sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan pribadinya sejak Grand Prix Amerika Serikat 2024.
Dilansir dari beIN Sports, Selasa (7/7), kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah bagi Ferrari. Selain membawa Leclerc kembali berdiri di podium tertinggi, hasil itu juga mengantarkan tim berlogo Kuda Jingkrak mencatat kemenangan grand prix ke-250 sepanjang sejarah keikutsertaannya di Formula 1. Leclerc sebenarnya harus menghadapi persaingan ketat sejak awal balapan. Andrea Kimi Antonelli tampil sebagai salah satu kandidat terkuat untuk merebut kemenangan setelah menunjukkan kecepatan impresif bersama Mercedes. Namun, nasib berkata lain ketika pembalap muda Italia itu mengalami masalah mekanis pada fase-fase akhir balapan.
Kerusakan yang dialami mobil Antonelli memaksanya masuk ke pit dan kehilangan banyak waktu. Situasi semakin sulit karena ia juga harus menerima penalti yang membuat peluangnya meraih kemenangan sirna dan akhirnya terlempar dari zona poin.
Jalannya balapan semakin dramatis setelah Max Verstappen mengalami insiden yang memicu keluarnya safety car. Momen tersebut mengubah strategi hampir seluruh tim dan membuat persaingan menuju garis finis berlangsung semakin sengit.
Ferrari sempat berada di posisi ideal untuk mengamankan finis satu-dua melalui Leclerc dan Lewis Hamilton. Namun, keputusan tim memanggil Hamilton masuk ke pit saat periode safety car justru dimanfaatkan George Russell untuk mengambil alih posisi kedua.
Russell mampu mempertahankan posisinya hingga balapan berakhir dan mengamankan finis sebagai runner-up. Sementara itu, Hamilton harus puas berada di posisi ketiga di hadapan para pendukung tuan rumah. Lando Norris menyelesaikan balapan di urutan keempat, sedangkan Isack Hadjar melengkapi lima besar dengan penampilan yang kembali mencuri perhatian.
Bagi Leclerc, kemenangan di Silverstone menjadi titik balik penting dalam perjalanannya musim ini. Setelah beberapa seri gagal menembus tiga besar, pembalap berusia 28 tahun itu akhirnya kembali menemukan ritme terbaiknya dan membuktikan dirinya masih menjadi salah satu kandidat kuat dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026.
Kesuksesan tersebut juga menjadi suntikan moral besar bagi Ferrari yang terus berupaya bersaing di papan atas bersama para rivalnya. Catatan 250 kemenangan grand prix semakin menegaskan status Ferrari sebagai tim tersukses dalam sejarah Formula 1, sekaligus menjadi tonggak bersejarah yang menambah panjang daftar prestasi tim asal Maranello tersebut.
Dengan performa kompetitif yang ditunjukkan Leclerc di Silverstone, Ferrari kini memiliki modal berharga untuk menghadapi seri-seri berikutnya. Kemenangan ini diharapkan menjadi awal kebangkitan tim sekaligus membuka peluang Leclerc untuk terus memangkas jarak dalam klasemen kejuaraan dunia musim 2026. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO