Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap penyebab meninggalnya empat peserta latihan dasar militer (latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Keempat peserta yang meninggal adalah Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq. Mereka mengikuti pendidikan di empat satuan pendidikan (satdik) TNI yang berbeda.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan seluruh peserta telah melalui tahapan seleksi, termasuk pemeriksaan kesehatan, sebelum mengikuti pendidikan.
“Sebelum mengikuti program, almarhum Muhammad Rifki Renaldi Gunawan telah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan kesehatan, dan dinyatakan memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan,” kata Rico, Jumat (26/6).
Menurut Rico, secara keseluruhan terdapat 35.476 peserta yang mengikuti latsarmil di 67 satuan pendidikan TNI, terdiri atas 30.000 calon manajer Kopdes/Kelurahan Merah Putih dan 5.476 calon manajer KNMP.
Selain dipersiapkan menjadi pengelola koperasi, mereka juga akan menjadi bagian dari Komponen Cadangan (Komcad).
Penyebab Kematian Berbeda-beda
Kemhan menjelaskan, Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, meninggal dunia pada 18 Juni 2026 setelah mengalami heat stroke.
Sehari sebelumnya, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Sementara Novia Rahmadhani Sihotang yang menjalani pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta meninggal pada 23 Juni 2026 setelah didiagnosis menderita tuberkulosis.
Korban terbaru, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, mengikuti pendidikan di Satdik Yon Para Komando 465 Jakarta. Ia sempat mengeluhkan sesak napas pada 25 Juni dan mendapat penanganan dari tim kesehatan satuan.
Setelah kondisinya sempat membaik, kesehatannya kembali menurun pada sore hari sehingga dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Esnawan Antariksa. Rifki dinyatakan meninggal dunia pada dini hari, Jumat (26/6).
Kemhan Lakukan Evaluasi
Menyusul empat kasus kematian tersebut, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) dan penyelenggara pendidikan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program SPPI.
Evaluasi meliputi penguatan proses seleksi kesehatan, deteksi dini kondisi medis peserta, peningkatan pengawasan oleh tenaga kesehatan selama pendidikan, penelusuran terhadap peserta yang memiliki keluhan serupa, hingga penyempurnaan prosedur penanganan kesehatan di seluruh satuan pendidikan.
“Sehubungan dengan kejadian ini, Kemhan bersama Panitia Seleksi Nasional dan penyelenggara pendidikan terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program SPPI,” ujar Rico. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK