Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Harapan keluarga untuk menemukan Azzahra Ruknuddin Baibas alias Ibas, 4, masih belum terwujud. Memasuki hari kedua pencarian, Selasa (23/6), tim SAR gabungan bersama warga terus berjibaku menyisir saluran drainase, gorong-gorong, hingga kawasan muara dan perairan di Tanjungsengkuang, Kecamatan Batuampar, Kota Batam.
Sejak pukul 07.00 WIB, tim SAR gabungan kembali turun ke lapangan untuk melakukan pencarian intensif. Namun hingga siang hari, keberadaan bocah tersebut belum juga ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pencarian difokuskan pada jalur yang diduga dilalui korban setelah terseret arus deras ke dalam gorong-gorong.
”Karena kondisi air masih surut, tim SAR gabungan melakukan penyisiran secara manual di area gorong-gorong. Saat air pasang nanti, pencarian akan diperluas menggunakan perahu karet ke arah laut,” ujar Dedius.
Upaya pencarian tidak berlangsung mudah. Petugas harus menyusuri saluran drainase dan gorong-gorong yang sempit serta berlumpur untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat. Sejumlah personel juga disiagakan di kawasan muara yang menjadi jalur keluarnya aliran air menuju laut.
Ibas dilaporkan hanyut pada Senin (22/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, hujan deras mengguyur kawasan Tanjungsengkuang. Korban yang sedang bermain di sekitar parit depan rumah diduga terpeleset dan jatuh ke dalam saluran drainase sebelum terseret arus yang deras.
Keluarga dan warga sekitar sempat melakukan pencarian sesaat setelah kejadian. Namun derasnya arus dan panjangnya jalur gorong-gorong membuat korban tidak berhasil ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan Pos SAR Batam, Polairud Polda Kepri, Satpolairud Polresta Barelang, TNI AL Batam, BPBD Kota Batam, Tagana Batam, serta masyarakat setempat. Berbagai peralatan pendukung turut dikerahkan, mulai dari perahu karet, alat deteksi bawah air AquaEye, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan evakuasi.
Di tengah pencarian yang masih berlangsung, keluarga korban hanya bisa menunggu dengan penuh harap di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, tim SAR gabungan terus berupaya menyisir setiap titik yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus.
”Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal hingga korban ditemukan,” tegas Dedius.
Solidaritas warga Tanjungsengkuang juga patut diapresiasi. Memasuki hari kedua pencarian, puluhan warga masih bertahan di sekitar lokasi dan bahu-membahu bersama tim SAR melakukan penyisiran di sepanjang aliran drainase hingga muara.
Sejak Senin malam, warga terlihat bergantian berjaga di sejumlah titik strategis, mulai dari ujung saluran drainase hingga muara sungai, dengan harapan korban dapat segera ditemukan.
Ketua RW 12 Tanjungsengkuang, Mahdi, mengatakan kepedulian warga sangat tinggi sejak peristiwa tersebut terjadi. Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, warga tidak meninggalkan lokasi dan terus melakukan pemantauan sepanjang malam.
”Sepanjang malam warga tetap berjaga dan memantau di ujung saluran hingga muara sungai sambil menunggu air laut surut,” ujarnya.
Menurut Mahdi, ketika air laut mulai surut sekitar pukul 03.30 WIB, warga langsung bergerak menuju kawasan muara untuk melakukan pemantauan lebih intensif. Mereka berharap kondisi air yang mulai surut dapat mempermudah proses pencarian.
”Subuh tadi sekitar pukul 03.30 WIB air mulai surut. Warga langsung menunggu di muara sungai dengan harapan korban bisa terlihat. Namun sampai sekarang masih belum ada hasil,” katanya.
Ia menambahkan, sejak hari pertama kejadian, warga menjadi pihak pertama yang melakukan pencarian sesaat setelah korban dilaporkan hanyut. Mereka menyisir saluran drainase hingga ke drainase induk selama sekitar satu setengah jam sebelum akhirnya meminta bantuan Basarnas, TNI AL, BPBD, dan unsur terkait lainnya.
Sebelumnya, Kapolsek Batuampar Kompol Amru Abdullah membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa personel kepolisian bersama tim SAR dan masyarakat masih terus melakukan pencarian. Area pencarian diperluas mengingat saluran drainase di lokasi kejadian terhubung langsung dengan laut.
Korban diketahui bernama Azzahra Ruknuddin Baibas alias Ibas, 4, warga RT 04/RW 12 Tanjungsengkuang. Bocah tersebut diduga terpeleset dan hanyut saat bermain di depan rumah bersama kedua kakaknya ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan tim gabungan dan masyarakat setempat. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat hujan deras, karena saluran drainase dan gorong-gorong yang tampak biasa dapat berubah menjadi jalur berbahaya akibat derasnya arus air. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA – RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO