Buka konten ini

CRISTIANO Ronaldo jadi pusat perhatian saat Portugal bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo, pada laga pembuka Grup K, Rabu (17/6) pekan lalu. Selain gagal mencetak gol, penyerang 41 tahun itu juga tidak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran.
Mantan striker Prancis Thierry Henry jadi salah satu yang paling keras mengkritik. Dalam analisisnya di Fox Sports, legenda Arsenal itu menyoroti momen ketika pergerakan Ronaldo dinilai mengganggu peluang Bruno Fernandes.
“Tim yang harus mencetak gol. Bukan Anda yang harus mencetak gol,” kata Henry.
Terlepas dari itu, CR7-julukan Ronaldo-kemungkinan tetap jadi tumpuan utama Portugal saat menghadapi Uzbekistan, Rabu (24/6) dini hari nanti di NRG Stadium, Houston (Siaran langsung TVRI pukul 00.00 WIB).
Apalagi, sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2026, kapten Portugal itu merupakan top scorer tim dengan koleksi 5 gol dari 5 pertandingan.
“Tidak masuk akal untuk mengeluarkan pencetak gol terbaik di dunia dalam pertandingan yang membutuhkan gol,” bela pelatih Portugal, Roberto Martinez seusai timnya ditahan imbang Kongo dikutip dari ESPN.
Siap Hadapi Kritik
Di tengah berbagai perdebatan yang berkembang di luar lapangan, para pemain Portugal menegaskan bahwa suasana di dalam tim tetap kondusif. Bek Manchester United Diogo Dalot mengungkapkan bahwa timnya telah membahas kemungkinan munculnya kritik dan reaksi di media sosial, bahkan sebelum berangkat ke Piala Dunia.
“Kami sempat mengadakan pembicaraan mendetail mengenai hal itu sebelum tiba di Piala Dunia. Rasanya seperti kami sudah memperkirakan semua ini akan terjadi,” ujar Dalot seperti dikutip dari O Jogo.
Menurutnya, para pemain paham bahwa kehadiran Ronaldo membuat Portugal akan selalu menjadi pusat perhatian, baik ketika menang maupun gagal. “Kami tahu akan menghadapi kesulitan dan kritik. Kadang kritik itu tidak adil, kadang tidak benar, dan sering kali dibesar-besarkan,” bebernya.
Uzbekistan Serupa Kongo
Saat menghadapi Kongo yang menerapkan blok rendah, Portugal terlihat kesulitan menciptakan peluang. Padahal, A Selecao -julukan Portugal- menguasai hingga 75 persen penguasaan bola.
Masalahnya, Uzbekistan diperkirakan akan menerapkan permainan serupa, bertahan sangat dalam dan menempatkan banyak pemain di pertahanan sendiri. Solusinya, Portugal harus bermain lebih agresif.
“Portugal harus lebih mampu menyerang ruang di belakang pertahanan dan merebut bola dengan cepat,” kata pelatih asal Portugal Pedro Moreira, yang pernah menangani klub Uzbekistan, Pakhtakor kepada Lusa. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : GALIH ADI SAPUTRO