Buka konten ini

OPERASIONAL pelayanan jemaah haji Indonesia di Kota Makkah resmi berakhir. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi pada Senin (22/6) memberangkatkan kloter terakhir gelombang kedua menuju Madinah, menandai tuntasnya seluruh layanan Daerah Kerja (Daker) Makkah pada musim haji 2026.
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, mengatakan terdapat tiga kelompok terbang (kloter) yang diberangkatkan secara bertahap dari Makkah menuju Madinah, yakni BDJ-15 asal Banjarmasin, SUB-116 asal Surabaya, dan UPG-46 asal Ujung Pandang.
Menurut Ihsan, pemberangkatan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh layanan transportasi dan pendampingan jemaah berjalan lancar hingga tiba di Madinah.
Ia menjelaskan, kloter terakhir yang meninggalkan Makkah adalah jemaah asal UPG-43 dengan jumlah 245 orang.
“Insyaallah UPG-43 ini menjadi penutup dari seluruh kloter yang ada di fase ataupun gelombang kedua,” ujar Ihsan.
Dengan berakhirnya pemberangkatan tersebut, Daker Makkah secara resmi menuntaskan seluruh rangkaian pelayanan bagi jemaah selama berada di Tanah Suci Makkah.
Ihsan berharap proses perpindahan jemaah menuju Madinah berjalan lancar dan menjadi penutup yang baik bagi seluruh layanan yang telah diberikan petugas selama musim haji berlangsung.
“Seluruh petugas, terutama di Daker Makkah, hari ini Alhamdulillah bisa menuntaskan seluruh layanannya dengan penutup dan pemberangkatan di UPG-43,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Teknis Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, M. Ilham Effendy, menyampaikan ucapan selamat jalan kepada para jemaah yang akan melanjutkan perjalanan ke Madinah.
Ia mendoakan seluruh rangkaian ibadah yang telah dijalani selama di Makkah diterima Allah SWT dan mengantarkan para jemaah menjadi haji dan hajah yang mabrur.
“Atas nama petugas, kami mengucapkan selamat jalan kepada bapak dan ibu sekalian yang sesaat lagi akan meninggalkan Kota Suci Makkah Al-Mukarramah menuju Kota Nabi Muhammad SAW di Madinah Al-Munawwarah. Doa kita semua, semoga seluruh rangkaian ibadah yang telah dilaksanakan diterima oleh Allah SWT dan menjadi haji dan hajah yang mabrur,” ujar Ilham.
Jemaah Mulai Ramai Gunakan Jasa Kargo
Sementara itu, menjelang pergeseran dari Madinah menuju Makkah, jemaah haji Indonesia mulai ramai memanfaatkan layanan kargo untuk mengirimkan oleh-oleh ke tanah air.
Langkah tersebut dilakukan guna menghindari risiko kelebihan bagasi saat pemulangan ke Indonesia nanti.
Salah seorang jemaah asal Pinrang, Sulawesi Selatan, Astuti, mengaku telah membelanjakan sekitar Rp9 juta untuk membeli berbagai buah tangan, seperti tas, teko, dan gelas khas Arab Saudi.
Ia memilih mengirimkan barang-barang tersebut lebih awal melalui jasa kargo agar dapat lebih fokus beribadah saat berada di Makkah.
“Sengaja pilih kargo sekarang, supaya nanti di Makkah sudah tidak pikir belanja lagi, tapi fokus sepenuhnya untuk ibadah,” katanya.
Hal senada disampaikan Megawati, jemaah lainnya yang menilai pengiriman barang lebih awal membuat waktu di Makkah bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk beribadah di Masjidil Haram tanpa disibukkan urusan belanja.
Selain itu, faktor kepraktisan juga menjadi pertimbangan utama. Jemaah asal Bone, Sulawesi Selatan, Muhamad Darwis, memilih mengirim sekitar 10 kilogram barang berupa kurma dan pakaian khas Madinah melalui jasa ekspedisi.
“Saya lebih pilih kargo karena praktis dan saya percaya barang bisa sampai langsung ke rumah di Bone,” ujarnya.
Meningkatnya penggunaan jasa pengiriman turut dirasakan penyedia layanan kargo. Petugas Kargo Haji Pos Indonesia, Abdul Ghani, mengatakan tahun ini merupakan tahun ketiga pihaknya melayani pengiriman barang khusus jemaah haji.
“Kami melayani seluruh rute di Indonesia dengan estimasi waktu pengiriman antara 7 hingga 14 hari sampai ke alamat tujuan. Untuk tarifnya, rata-rata dipatok sebesar 23 riyal per kilogram,” katanya.
Menurut dia, layanan kargo diharapkan membantu jemaah menjalani ibadah dengan lebih nyaman tanpa harus khawatir membawa barang dalam jumlah besar saat kembali ke Indonesia. (***/ANTARA)
Laporan : JP group
Editor : RATNA IRTATIK