Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Babak baru hubungan Amerika Serikat dan Iran dikabarkan segera dimulai. Setelah berbulan-bulan berada di ambang konflik terbuka yang mengguncang kawasan Timur Tengah dan pasar energi dunia, kedua negara disebut telah merampungkan dokumen perdamaian yang akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6).
Kesepakatan tersebut diyakini menjadi jalan keluar atas ketegangan yang selama ini memicu gangguan pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, selat tersebut akan kembali dibuka penuh untuk aktivitas pelayaran internasional.
Media Amerika Serikat melaporkan, nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk mengakhiri konflik telah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Wakil Presiden JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Seorang pejabat senior AS menyebut rincian isi dokumen tersebut akan dipublikasikan dalam 24 hingga 48 jam ke depan sebelum penandatanganan resmi dilakukan di Jenewa, Swiss.
Presiden Donald Trump memastikan seluruh substansi kesepakatan telah diselesaikan dan kini hanya menunggu seremoni resmi.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat untuk semua,” tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Trump sebelumnya juga mengumumkan dimulainya kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Menurut dia, implementasi penuh kesepakatan akan dilakukan setelah dokumen resmi ditandatangani akhir pekan ini.
“Kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan,” ujar Trump.
Kesepakatan tersebut menjadi sorotan dunia karena berkaitan langsung dengan stabilitas pasokan energi global. Selama beberapa bulan terakhir, ketegangan antara Washington dan Teheran sempat memicu kekhawatiran terhadap distribusi minyak dunia dan mendorong volatilitas harga energi internasional.
Dari pihak Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi menegaskan seluruh teks MoU telah rampung dan siap ditandatangani. “Teks nota kesepahaman telah diselesaikan, dan upacara penandatanganan resmi akan berlangsung di Swiss pada hari Jumat,” kata Gharibabadi.
Ia menambahkan isi dokumen segera diumumkan kepada publik sebagai bentuk transparansi atas hasil perundingan yang telah berlangsung intensif dalam beberapa pekan terakhir.
“Teks akan segera dirilis dan publik dapat melihat pencapaian Iran serta komitmen yang telah disepakati,” ujarnya.
Menurut Gharibabadi, penghentian perang dan operasi militer di sejumlah wilayah juga akan mulai diumumkan secara bertahap.
“Akhir yang permanen bagi perang dan operasi militer di berbagai front, termasuk Lebanon, akan diumumkan mulai malam ini,” katanya.
Iran: Israel Juga Terikat dalam Kesepakatan
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pihaknya memandang Israel sebagai bagian yang terikat dalam memorandum perdamaian bersama Amerika Serikat.
“Dari perspektif kami, satu pihak dalam memorandum ini adalah Amerika Serikat dan Israel, sedangkan pihak lainnya adalah Iran dan Hizbullah,” kata Araghchi dalam pertemuan dengan perwakilan misi diplomatik asing.
Ia menegaskan bahwa situasi di Lebanon menjadi bagian penting dari implementasi kesepakatan tersebut.
“Tanpa penarikan pasukan Israel dari wilayah yang mereka kuasai selama konflik berlangsung, perang tidak dapat dianggap benar-benar berakhir,” ujarnya. (*)
Laporan: JP GROUP – ANTARA
Editor : RATNA IRTATIK