Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK negeri di Kabupaten Karimun telah berakhir. Saat ini, proses masih memasuki tahap verifikasi berkas sebelum pengumuman hasil seleksi.
Dari 16 SMA negeri yang ada di Karimun, SMA Negeri 1 Karimun menjadi satu-satunya sekolah yang mengalami lonjakan pendaftar hingga melampaui daya tampung yang tersedia.
Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepri di Karimun, Zulfan, mengatakan jumlah pendaftar di SMA Negeri 1 memang telah melebihi kuota, terutama dari jalur domisili.
”Jumlah rombongan belajar (rombel) di SMA Negeri 1 sebanyak 10 kelas dengan daya tampung maksimal 360 siswa. Ini merupakan jumlah rombel terbanyak dibanding SMA negeri lainnya di Karimun. Namun, pendaftarnya tetap melebihi kuota,” ujar Zulfan, Selasa (16/6).
Sebaliknya, sejumlah sekolah lain seperti SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 5 Karimun masih memiliki kekurangan pendaftar.
Karena itu, kelebihan calon siswa di SMA Negeri 1 akan diarahkan untuk mengisi kuota yang masih tersedia di sekolah lain.
Zulfan meminta para orang tua dan wali murid bersabar menunggu hasil seleksi. Saat ini, seluruh data pendaftar masih dalam proses verifikasi melalui sistem hingga 24 Juni 2026.
”Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 25 Juni 2026. Jadi masyarakat diminta menunggu proses verifikasi selesai,” katanya.
Ia menjelaskan, total daya tampung SMA negeri se-Kabupaten Karimun tahun ini mencapai 2.880 siswa yang tersebar dalam 80 rombel. Jumlah rombel terbanyak berada di SMA Negeri 1 Karimun sebanyak 10 rombel, disusul SMA Negeri 2 Karimun dengan 9 rombel.
Sementara itu, jumlah rombel paling sedikit terdapat di SMA Negeri 1 Selat Gelam dan SMA Negeri 1 Sugie Besar yang masing-masing hanya memiliki dua rombel.
”Dari laporan terakhir, SMA Negeri 1 Selat Gelam masih kekurangan pendaftar. Mudah-mudahan setelah proses verifikasi selesai jumlahnya bisa memenuhi satu rombel,” jelasnya.
Kepala SMA Negeri 1 Karimun, Irwan Rajab, membenarkan tingginya minat masyarakat untuk bersekolah di SMA Negeri 1.
Menurut dia, hingga penutupan pendaftaran, jumlah calon siswa yang mendaftar melalui sistem online mencapai 456 orang.
”Sedangkan daya tampung kami hanya 360 siswa. Artinya ada kelebihan sebanyak 96 pendaftar,” ungkap Irwan. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY