Buka konten ini

BATAM (BP) — Pemerintah Kota (Pemko) Batam menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menyelidiki dugaan kebocoran 1.495 data pendaftar Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang belakangan ramai diperbincangkan publik. Langkah ini diambil menyusul temuan indikasi aktivitas mencurigakan pada sistem digital yang digunakan dalam proses pendaftaran tersebut.
Meski demikian, Pemko Batam menegaskan hingga saat ini belum ada kepastian bahwa data pribadi peserta didik benar-benar berhasil dikuasai oleh pihak tidak bertanggung jawab. Proses investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan tingkat kerentanan serta potensi dampak dari dugaan insiden tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudy Panjaitan, menjelaskan bahwa dugaan kebocoran tidak berasal dari sistem inti SPMB milik Pemko Batam, melainkan diduga terjadi pada sistem pihak ketiga yang digunakan untuk mendukung proses pendaftaran.
“Makanya sekarang dilakukan mitigasi. Kami sedang merekonstruksi kembali data mana yang diduga bocor dan bagaimana prosesnya. Untuk itu kami langsung bekerja sama dengan BSSN,” ujar Rudy saat dikonfirmasi, Senin (16/6).
Menurut dia, tim gabungan yang terdiri dari Tim Insiden Siber Kota Batam, BSSN, serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini masih melakukan pendalaman untuk memastikan jenis data yang mungkin terdampak. Pemerintah belum dapat memastikan apakah data yang beredar hanya bersifat dasar atau mencakup informasi yang lebih sensitif.
Dari hasil pemantauan awal, ditemukan sedikitnya 14 kali percobaan akses ilegal terhadap sistem. Namun seluruh percobaan tersebut disebut gagal menembus lapisan keamanan yang telah diterapkan.
“Kami menemukan sekitar 14 kali percobaan akses ilegal. Tetapi sampai sekarang belum bisa dipastikan apakah data benar-benar berhasil dikuasai oleh pihak yang mencoba masuk tersebut. Itu yang sedang kami telusuri melalui proses digital forensik dan mitigasi,” jelasnya.
Rudy menjelaskan, salah satu dugaan sementara mengarah pada pemanfaatan tingginya trafik pendaftaran SPMB yang terjadi secara bersamaan oleh ribuan orang tua siswa. Kondisi tersebut diduga menjadi celah yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk mencoba mengakses sistem.
“Ketika trafik pendaftaran sangat tinggi, ada kemungkinan kondisi itu dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu kami sedang memastikan sumber aksesnya, apakah dari dalam negeri atau luar negeri,” katanya.
Diskominfo juga masih menelusuri motif di balik dugaan serangan tersebut. Jika pelaku berasal dari luar negeri, pemerintah akan menelusuri pola dan tujuan serangan. Sementara jika berasal dari dalam negeri, terdapat potensi penyalahgunaan data untuk kepentingan tertentu, termasuk akses layanan digital lain seperti perbankan.
“Tujuan pelaku ini yang ingin kami pastikan. Setelah itu baru bisa dilakukan langkah antisipasi yang lebih tepat,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo telah menyiapkan koordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk sektor perbankan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta lembaga layanan publik lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyalahgunaan identitas apabila data benar-benar terekspos.
“Nanti jika ditemukan data yang berpotensi disalahgunakan, kami akan melakukan pemberitahuan kepada pihak terkait dan kepada warga yang bersangkutan agar dapat dilakukan verifikasi ulang,” kata Rudy.
Di tengah proses investigasi tersebut, Pemko Batam memastikan layanan SPMB tetap berjalan normal tanpa gangguan. Sistem pendaftaran disebut telah diamankan kembali dan tidak mengalami penghentian layanan.
“SPMB tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada penghentian layanan. Proses pendaftaran masih berlangsung normal,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua siswa, untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, tujuan utama serangan siber kerap kali untuk menimbulkan kepanikan publik dan mengganggu kepercayaan terhadap layanan digital pemerintah.
“Kami berharap masyarakat tidak perlu panik dan tidak saling menyalahkan. Kasus ini sedang ditangani oleh tim yang berkompeten bersama BSSN dan Komdigi,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemko Batam juga berencana memperkuat sistem keamanan siber dengan menerapkan perlindungan berlapis pada seluruh layanan digital pemerintah, mulai dari aplikasi, sistem inti, hingga jaringan.
Diskominfo menargetkan hasil awal investigasi bersama BSSN dan Komdigi dapat segera dirampungkan untuk kemudian disampaikan secara terbuka kepada publik.
“Rabu kami mulai tahapan mitigasi lebih lanjut bersama BSSN dan Komdigi. Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat,” pungkas Rudy.
Akun Pasar Kerja Batam Diretas, Jangan Tertipu Informasi Palsu
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mengumumkan akun Instagram @pasarkerjabatam yang selama ini digunakan sebagai media penyebaran informasi lowongan kerja telah diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab. Akibatnya, seluruh aktivitas pada akun tersebut kini tidak lagi berada dalam kendali Disnaker Batam.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Yudi Suprapto, menegaskan masyarakat diminta untuk tidak lagi mempercayai seluruh informasi yang disampaikan melalui akun tersebut, termasuk pengumuman maupun permintaan dalam bentuk apa pun.
“Benar, akun Instagram @pasarkerjabatam telah diretas dan saat ini tidak berada dalam kendali Dinas Tenaga Kerja Kota Batam. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi, pengumuman, maupun permintaan apa pun yang mengatasnamakan akun tersebut,” ujar Yudi, Selasa (16/6).
Peretasan tersebut diketahui terjadi pada 12 Juni 2026 berdasarkan nota dinas Bidang Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Batam. Dalam laporan itu disebutkan, pengelola pertama kali menyadari adanya gangguan ketika akun tidak dapat diakses sebagaimana mestinya.
Setelah dilakukan pemeriksaan internal, ditemukan adanya indikasi perubahan data akun tanpa sepengetahuan pengelola. Kondisi tersebut membuat akses terhadap akun tidak lagi dapat dipulihkan oleh pihak Disnaker.
Akun @pasarkerjabatam sendiri selama ini menjadi salah satu kanal utama penyebaran informasi lowongan kerja bagi masyarakat Kota Batam. Dengan hilangnya kendali atas akun tersebut, Disnaker khawatir akun itu dapat disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan masyarakat.
“Peretasan tersebut berpotensi menimbulkan gangguan terhadap penyampaian informasi resmi Dinas Tenaga Kerja Kota Batam kepada masyarakat dan para pencari kerja,” ujarnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Disnaker Batam telah mengalihkan seluruh penyampaian informasi ketenagakerjaan ke kanal resmi lain yang masih berada dalam kendali pemerintah daerah. Masyarakat diminta untuk hanya mengikuti akun resmi Disnaker guna menghindari potensi penipuan.
Disnaker juga mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan data pribadi, kode OTP, nomor rekening, maupun melakukan transaksi apa pun yang mengatasnamakan akun tersebut. “Jangan mempercayai informasi, pengumuman, tautan maupun permintaan dalam bentuk apa pun yang disampaikan melalui akun tersebut. Jika ada aktivitas mencurigakan, harap diabaikan dan jangan memberikan data pribadi ataupun melakukan transaksi,” tegas Yudi.
Untuk informasi resmi terkait lowongan kerja dan layanan ketenagakerjaan, masyarakat diminta mengikuti akun resmi @disnakerbatam di Instagram dan @disnaker.batam di TikTok.
Yudi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan di media sosial yang mengatasnamakan instansi pemerintah. “Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk penipuan di media sosial. Informasi resmi Disnaker hanya disampaikan melalui kanal resmi yang telah diumumkan,” pungkasnya. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK