Buka konten ini

BINTAN (BP) – Lahan parkir Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Bintan, terbatas sehingga belum memadai untuk bus wisata.
Akibatnya, wisatawan harus berjalan ratusan meter ke bus penjemput di luar area pelabuhan.
Praktisi Pariwisata, Sapril Sembiring mengatakan, bus wisata terpaksa parkir di pinggir jalan depan toko atau ruko warga karena area parkir pelabuhan terbatas.
Kondisi ini mengganggu aktivitas jalan dan berpotensi menimbulkan konflik.
”Lahan parkir di area pelabuhan sangat terbatas, jadi bus wisata parkir di pinggir jalan depan ruko. Kita takut nanti terjadi konflik,” kata Sapril.
Sapril menyebut, mobilitas wisatawan sangat tinggi saat musim puncak liburan karena Pelabuhan Bulang Linggi jadi pintu masuk utama.
Karena ramai dan terbatasnya area parkir membuat wisatawan harus berjalan beberapa ratus meter menuju bus penjemputan.
”Saat menurunkan wisatawan juga, kita harus berjalan sekitar 500 meter,” tambahnya.
Ia menilai kondisi ini mengurangi kenyamanan dan berpotensi mengganggu keselamatan wisatawan.
”Aspek keselamatan wisatawan juga perlu menjadi perhatian,” katanya.
Ia mengusulkan Pelabuhan Kota Segara Mentigi menjadi pelabuhan alternatif, khusus speedboat carter yang membawa wisatawan.
”Silakan pemerintah mengkajinya dari aspek hukum dan keselamatan. Karena di sana kapasitas menampung bus luas. Sehingga wisatawan bisa nyaman dan aman,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini bus wisata sudah bisa parkir di dalam area Pelabuhan ASDP Tanjunguban.
”Sudah mending, jadi wisatawan tinggal jalan sedikit menuju penjemputan bus wisata yang pakir di dalam,” pungkasnya.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Bintan, M Insan Amin mengatakan, masalah ini pernah dikoordinasikan dengan pihak pariwisata dan pengelola parkir pelabuhan agar penempatan bus wisata turut diperhatikan.
”Dishub sudah mempersiapkan segala sesuatunya baik penempatan bus wisata dan menempatkan orang untuk menangani dan memfasilitasi bus-bus wisata, jadi tinggal pemanfaatan dari sopir bus wisata,” katanya.
Ia menegaskan pihaknya sangat mendukung sektor pariwisata di Bintan, karena retribusi pariwisata menjadi salah satu pendapatan di bawah Dishub Bintan. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY