Buka konten ini

JAKARTA (BP) – SoftBank Group Corp. resmi menyalip Toyota Motor Corp. sebagai perusahaan publik dengan nilai pasar terbesar di Jepang. Ini menjadi pertama kalinya dalam lebih dari 22 tahun Toyota kehilangan posisi puncak tersebut.
Pada penutupan perdagangan Senin (2/6), kapitalisasi pasar SoftBank melampaui 48 triliun yen atau sekitar Rp5.328 triliun (1 yen sekitar Rp111). Sementara itu, kapitalisasi pasar Toyota berada sedikit di bawah 46 triliun yen atau sekitar Rp5.106 triliun (1 yen sekitar Rp111).
Toyota mempertahankan status sebagai perusahaan paling bernilai di Jepang sejak Desember 2003, ketika produsen otomotif tersebut berhasil menggeser NTT Docomo dari posisi teratas.
Kenaikan nilai SoftBank didorong oleh reli saham teknologi yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Saham SoftBank ditutup melonjak 14 persen menjadi 8.541 yen (sekitar Rp948 ribu, 1 yen sekitar Rp111), sedangkan saham Toyota turun 4,5 persen menjadi 2.905,5 yen (sekitar Rp322 ribu, 1 yen sekitar Rp111).
Menariknya, posisi ketiga kini ditempati Kioxia Holdings Corp. dengan kapitalisasi pasar sekitar 39 triliun yen atau sekitar Rp4.329 triliun (1 yen sekitar Rp111), setelah saham perusahaan chip tersebut melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Pendiri sekaligus CEO SoftBank, Masayoshi Son, mengatakan persaingan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga perusahaan tidak boleh lengah.
”Dalam kompetisi teknologi, perusahaan pesaing akan langsung menyalip jika kita lengah. Kami akan tetap fokus dan terus mempercepat pertumbuhan,” ujar Son kepada wartawan di Paris.
Son selama ini dikenal memiliki ambisi menjadikan SoftBank sebagai platform kecerdasan buatan super atau artificial superintelligence yang melampaui kemampuan manusia.
Optimisme investor terhadap SoftBank semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa OpenAI tengah mempersiapkan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). SoftBank sendiri merupakan salah satu investor utama perusahaan pengembang ChatGPT tersebut.
Sentimen positif juga datang dari pengumuman SoftBank yang akan menginvestasikan hingga 75 miliar euro untuk membangun bisnis pusat data di Prancis. Nilai investasi tersebut setara sekitar Rp1.395 triliun.
Sebelumnya pada Mei lalu, SoftBank melaporkan laba bersih tahun fiskal 2025 mencapai 5 triliun yen atau sekitar Rp 555 triliun (1 yen sekitar Rp111), melonjak lebih dari empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan menjadi laba tahunan terbesar yang pernah dicatat perusahaan Jepang.
Perubahan posisi ini dinilai menjadi simbol pergeseran lanskap industri Jepang, dari dominasi sektor manufaktur dan otomotif menuju perusahaan yang berfokus pada teknologi dan kecerdasan buatan. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI