Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Sutradara film ‘Star Wars: The Mandalorian dan Grogu,’ Jon Favreau, siap menghadirkan kembali waralaba ikonik ’Star Wars’ ke bioskop untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun.
Jon Favreau ingin film ‘The Mandalorian dan Grogu’ menarik perhatian, baik para penggemar setia ’Star Wars’ maupun generasi baru.
Sang sutradara tersebut menekankan bahwa seri terbaru dari waralaba ini, ’Star Wars: The Mandalorian and Grogu,’ merupakan pintu masuk yang sempurna bagi para pemula.
”Saya merasa sangat senang, dapat menghadirkan ‘Star Wars’ ke bioskop untuk pertama kalinya dalam hampir tujuh tahun.”
”Saya berharap ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan ‘Star Wars’ kepada penonton baru, sekaligus kesempatan untuk berinteraksi dengan semua penggemar yang telah setia sejak awal,” kata Favreau dalam konferensi pers daring bersama media Korea Selatan pada hari Kamis (21/5).
Film layar lebar yang sudah tayang ini, merupakan kelanjutan dari serial ’The Mandalorian’ di layar lebar, yang tayang pada tahun 2019.
‘Star Wars: The Mandalorian dan Grogu’ ini mengisahkan Din Djarin (Pedro Pascal), seorang pemburu hadiah yang beroperasi sendirian di penjuru terjauh galaksi, yang menjalin ikatan dengan seorang anak yang rentan dan peka terhadap kekuatan bernama Grogu. Lalu mereka bersama-sama, memulai perjalanan berbahaya melintasi antariksa.
Favreau mengatakan bahwa popularitas global Grogu yang luar biasa, didorong oleh media sosial dan menjadikannya kandidat yang ideal untuk membawa kembali waralaba ini ke bioskop.
“Grogu, atau Baby Yoda, sangat populer di seluruh dunia,” kata Favreau, seperti yang diberitakan Korea Times.
“Karakter-karakter ini terasa seperti bisa menjadi pengalaman pertama yang tepat, untuk menarik perhatian penonton baru dan mengajak mereka ke bioskop untuk menonton ‘Star Wars’ sebagaimana ‘Star Wars’ awalnya disajikan.”
Untuk mempertahankan esensi inti dari waralaba yang diciptakan oleh George Lucas 50 tahun lalu, Favreau bekerja sama erat dengan mitra kreatifnya, Dave Filoni, yang juga menjadi salah satu penulis naskah film tersebut, guna memadukan alur cerita mitologis yang abadi dengan efek visual mutakhir.
Dia menambahkan, bahwa inti dari film ini terletak pada perkembangan emosional Din Djarin, yang berubah dari seorang pemburu hadiah yang dingin menjadi sosok ayah yang penuh kasih sayang.
“Dia berubah dari sosok yang seolah-olah tak punya hati nurani. Dia dulunya seorang pemburu hadiah, dan kini, berkat hubungannya dengan anak itu (Grogu atau Baby Yoda), dia menjadi seseorang yang berjuang di pihak kebaikan dan berusaha menjadi seorang orang tua,” kata sang sutradara. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY