Buka konten ini

BINTAN (BP) – Satgas Saber Pangan Polres Bintan mengingatkan pedagang dan distributor agar tidak melakukan penimbunan maupun memainkan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 2026.
“Kami juga mengingatkan pedagang dan distributor agar tidak memainkan harga karena dapat merugikan masyarakat,” ujar Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bintan, Ipda Daeng Salamun, Kamis (21/5).
Ia mengatakan, pihaknya bersama stakeholder terkait telah melakukan pengecekan harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Kijang, Kecamatan Bintan Timur, pada Rabu (20/5).
Monitoring dilakukan untuk memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman dan harga di pasaran tetap stabil menjelang hari besar keagamaan.
“Kita lakukan monitoring untuk memastikan harga tetap stabil dan stok aman,” katanya.
Dari hasil pemantauan, stok kebutuhan pokok di wilayah Bintan dinilai masih mencukupi dengan harga yang relatif stabil.
Cabai rawit lokal dijual Rp50 ribu per kilogram, cabai hijau Rp28 ribu per kilogram, bawang merah Rp32 ribu per kilogram, dan bawang putih Rp26 ribu per kilogram.
Sementara itu, Minyakita dijual Rp15.700 per liter, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp62 ribu per lima kilogram, serta telur ayam ras Rp57 ribu per papan atau sekitar Rp31.667 per kilogram.
“Harga cenderung stabil, tidak melebihi HET,” ujar Salamun.
Ia menegaskan, monitoring akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi lonjakan harga maupun potensi kelangkaan bahan pokok menjelang Iduladha.
Selain itu, Satgas Saber Pangan juga mewaspadai potensi penimbunan sejumlah komoditas penting seperti minyak goreng, cabai, beras, gula, hingga daging.
“Kita juga mengantisipasi potensi penimbunan minyak goreng, cabai, beras, gula, dan daging,” katanya.
Menurut Salamun, Polres Bintan akan terus berkoordinasi dengan Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan stok dan harga pangan di pasaran.
“Kita ingin masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar menjelang Iduladha,” pungkasnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY