Buka konten ini

BATAM (BP) – Final Turnamen Bola Voli Piala Wali Kota Batam yang digelar di Lapangan Olahraga Abdul Jafar, Tiban Center, Minggu malam (17/5), berakhir ricuh setelah laga puncak antara tim BP Batam melawan PGRI Batam berubah menjadi keributan antarsuporter di hadapan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Pertandingan yang semestinya menjadi ajang sportivitas justru diwarnai insiden yang memicu sorotan publik, terlebih kedua tim membawa nama institusi di bawah kepemimpinan Amsakar. Kericuhan tersebut dinilai mencoreng semangat olahraga dan nilai-nilai fair play yang selama ini digaungkan pemerintah daerah.
Situasi memanas ketika sejumlah penonton di tribun terlibat aksi saling lempar botol air mineral. Ketegangan dengan cepat meluas hingga aparat keamanan terpaksa mengevakuasi Amsakar Achmad beserta istri dari area pertandingan demi alasan keselamatan.
Insiden tersebut juga memantik kritik publik di media sosial. Banyak pihak menilai pertandingan antarlembaga pemerintah seharusnya menjadi ajang pembinaan atlet dan mempererat persaudaraan, bukan justru memperlihatkan ketegangan di ruang publik.
Kericuhan itu dinilai mencederai marwah turnamen yang mengatasnamakan kepala daerah. Sejumlah warga bahkan mempertanyakan bagaimana institusi di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam bisa terlibat dalam atmosfer pertandingan yang berujung ricuh.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, menyebut keributan dipicu oleh fanatisme berlebihan dari masing-masing pendukung tim.
“Fanatisme berlebihan dari masing-masing suporter kepada tim kebanggaan mereka yang menyebabkan hal tersebut,” ujar Rudi saat dikonfirmasi, Senin (18/5).
Ia mengatakan, insiden itu akan menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggaraan kegiatan olahraga berikutnya, khususnya untuk pertandingan yang melibatkan tim dengan basis pendukung besar.
Rudi juga menegaskan pentingnya menjaga sportivitas dalam setiap ajang olahraga serta mengedepankan kebersamaan tanpa menjatuhkan pihak lain.
“Ke depannya, mari kita budayakan berolahraga secara sportif dan menjunjung tinggi kebersamaan dengan tidak merendahkan siapa pun dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap penyelenggaraan event olahraga perlu disertai evaluasi menyeluruh agar pembinaan atlet dapat berjalan optimal dan mampu melahirkan prestasi bagi Kota Batam. (***)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO