Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Keberadaan angkutan kota (angkot) di ruas jalan Batuaji dan Sagulung kembali menuai keluhan warga. Selain dinilai sudah tidak laik jalan, armada tersebut juga disebut kerap membahayakan pengguna jalan akibat perilaku pengemudi yang ugal-ugalan.
Ilham, warga Batuaji, mengaku resah setiap kali berpapasan dengan angkot di jalan raya. Ia menilai sebagian sopir angkot tersebut kerap melanggar aturan lalu lintas dan berkendara tanpa memperhatikan keselamatan.
“Kalau berpapasan dengan mobil Bimbar (sebutan lain angkot oleh warga Batam), lebih baik cari aman. Banyak sopirnya yang ugal-ugalan,” ujar Ilham, Senin (18/5).
Ia bahkan mengaku pernah menjadi korban senggolan salah satu armada angkot hingga kendaraannya mengalami kerusakan. Namun, sopir yang bersangkutan disebut tidak menunjukkan itikad baik untuk bertanggung jawab.
“Mobil saya pernah disenggol. Bukannya ganti rugi, sopirnya malah menantang,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Surya, warga Sagulung. Ia mempertanyakan belum adanya tindakan tegas terhadap armada angkot yang dinilai sudah tidak layak beroperasi.
“Kalau ada razia dari Dishub, biasanya mobil-mobil ini langsung menghilang. Padahal kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ujar Surya.
Menurutnya, banyak armada angkot yang kondisi fisiknya sudah keropos, minim penerangan, serta fasilitas di dalam kendaraan yang rusak dan tidak nyaman bagi penumpang.
“Seharusnya sudah tidak boleh beroperasi lagi. Sekarang juga sudah ada Trans Batam dan transportasi online sebagai alternatif,” ungkapnya.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Batam sempat menyampaikan rencana penghapusan trayek angkot pada 2025. Namun hingga kini, armada tersebut masih terlihat beroperasi di sejumlah ruas jalan di kawasan Batuaji dan Sagulung.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, yang dikonfirmasi terkait keberlanjutan operasional angkot, belum memberikan tanggapan. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO