Buka konten ini

SEIBEDUK (BP) – Warga dan pengguna jalan mendesak Pemerintah Kota Batam segera melakukan perbaikan menyeluruh di ruas Jalan S Parman, Kecamatan Sei Beduk. Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan gelombang dinilai membahayakan keselamatan pengendara dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
Kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dirasakan semakin parah meski sebelumnya sempat dilakukan perbaikan tambal sulam. Namun, upaya tersebut dinilai tidak bertahan lama dan kembali rusak dalam waktu singkat.
Wahyu, salah seorang pengendara, mengatakan kondisi Jalan S Parman, khususnya arah menuju Piayu, semakin memprihatinkan. Menurutnya, jalan tersebut sudah lama bermasalah dan kini dipenuhi gelombang.
“Jalan ke Piayu ini sudah dari dulu memprihatinkan. Pernah diperbaiki dengan tambal sulam, sekarang malah banyak gelombang,” ujarnya, Jumat (15/5).
Ia menilai perbaikan total sangat diperlukan mengingat ruas Jalan S Parman merupakan akses utama masyarakat menuju kawasan industri dan permukiman di Sei Beduk.
Tingginya volume kendaraan yang melintas juga membuat risiko kecelakaan semakin besar apabila kerusakan tidak segera ditangani.
“Kendaraan yang melintas semakin padat. Jadi potensi terjadinya kecelakaan itu lebih besar,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Ranggi, seorang pekerja pabrik di Mukakuning yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Ia mengaku kondisi jalan semakin berbahaya, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan jalan umum.
“Jalannya sudah sangat tidak nyaman dan aman dilewati, apalagi malam hari. Banyak lubang yang tidak terlihat karena minim penerangan jalan,” ujarnya.
Ranggi berharap pemerintah tidak lagi melakukan perbaikan sementara, melainkan melakukan pembangunan ulang secara menyeluruh agar jalan lebih kuat dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Kalau bisa jangan tambal sulam lagi. Harus diperbaiki total supaya tidak cepat rusak dan pengendara juga lebih aman,” katanya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO