Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump enggan menjawab secara eksplisit soal posisi Amerika Serikat apakah akan mendukung Taiwan atau tidak jika terjadi konflik dengan Tiongkok.
“Saya tidak ingin mengatakan itu. Saya tidak akan mengatakan itu,” kata Trump.
Trump menambahkan bahwa rekan sejawatnya, Presiden China Xi Jinping, telah menanyakan hal serupa kepadanya.
“Saya tidak membicarakan hal-hal itu,” kata Trump merespons hal itu.
Sebelumnya, Kamis (14/5), Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menjelaskan kebijakan Amerika Serikat terhadap Taiwan tidak berubah setelah lawatan Trump ke Beijing.
Menlu Rubio juga memperingatkan Tiongkok akan adanya konsekuensi global jika memutuskan untuk menggunakan kekuatan untuk bersatu kembali dengan Taiwan.
Sebelumnya, selama pertemuannya dengan Trump, Kamis (14/5), Xi mengatakan jika isu Taiwan ditangani dengan tidak benar, maka bisa muncul konflik antara Tiongkok dan Amerika Serikat, yang akan menyebabkan hubungan bilateral Tiongkok-AS bisa memburuk secara serius.
Xi juga mengatakan kepada Trump bahwa kemerdekaan Taiwan tidak kompatibel dengan perdamaian di Selat Taiwan.
Taiwan telah diperintah secara independen dari Tiongkok daratan sejak 1949. Beijing melihat pulau itu sebagai provinsi di wilayahnya; sementara Taiwan, sebuah wilayah dengan pemerintahan terpilihnya sendiri, mempertahankan diri dengan mengaku sebagai negara otonom, meskipun belum mendeklarasikan kemerdekaan.
Beijing pun menentang kontak resmi apa pun dari negara asing dengan Taipei dan menganggap kedaulatan Tiongkok atas pulau itu tidak dapat disangkal. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY