Buka konten ini
SEIBEDUK (BP) – Kasus tenggelamnya dua anak laki-laki di kubangan kawasan Perumahan Oleana Park, Piayu, Kecamatan Seibeduk, kembali menjadi sorotan warga.
Peristiwa tragis tersebut dinilai sebagai peringatan keras bagi orangtua maupun pihak pengembang perumahan agar segera mengambil langkah pencegahan di lokasi yang selama ini dikenal rawan memakan korban.
Warga sekitar mengaku khawatir karena kubangan tersebut kerap dijadikan tempat bermain anak-anak. Letaknya yang berada tepat di belakang kawasan perumahan membuat area itu mudah diakses tanpa pengawasan.
Lily, salah seorang warga setempat, mengatakan insiden anak tenggelam di kubangan tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurut dia, sebelumnya sudah pernah ada korban jiwa, namun hingga kini belum terlihat langkah serius dari pihak pengembang.
“Dulu juga sudah ada anak-anak yang tenggelam. Anak tetangga saya korbannya,” ujar Lily, Selasa (12/5).
Ia menyebut kubangan itu merupakan bekas galian proyek perumahan yang hingga kini masih dibiarkan terbuka tanpa pengaman memadai.
“Seharusnya kubangan ini ditutup dari dulu. Tapi sampai sekarang dibiarkan saja,” katanya.
Warga berharap pihak pengembang segera melakukan penimbunan atau setidaknya memasang pagar pengaman agar lokasi tersebut tidak kembali memakan korban jiwa.
Sementara itu, Kapolsek Seibeduk, Alex Yasral, mengatakan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan lurah setempat serta pengembang perumahan terkait langkah pengamanan di area waduk tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi agar dibangun pagar pengaman dan dipasang papan imbauan peringatan di lokasi,” ujar Alex.
Ia juga mengingatkan para orangtua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah.
“Kami mengimbau orangtua agar melarang dan mengedukasi anak-anak supaya tidak bermain di area bekas galian. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegasnya.
Sebelumnya, dua anak laki-laki dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam di kubangan kawasan Perumahan Oleana Park, Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Senin (11/5) siang.
Peristiwa itu terjadi saat ketiganya bermain di sekitar kubangan ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Dua korban diketahui berinisial ARA, 11, dan AAP, 8. Sementara seorang anak lainnya, ZAQ, 12, berhasil selamat setelah sempat berusaha menolong kedua rekannya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO