Buka konten ini

BINTAN (BP) – Dinas Sosial (Dinsos) Bintan bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) memastikan bantuan sosial milik Kim Leng, 90, tetap cair meski lansia tersebut pindah dari rumahnya yang nyaris ambruk di Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong.
“Kami memastikan kalau pindah pun bantuannya tetap ada, karena administrasinya bisa dipindahkan,” ujar Pendamping PKH Kecamatan Teluk Sebong, Ratna Bentari, saat menyambangi Kim Leng, Selasa (12/5).
Saat ini, Kim Leng tercatat sebagai penerima bantuan PKH komponen lansia sebesar sekitar Rp600 ribu per triwulan. Ia juga menerima bantuan pangan non tunai (BPNT) sekitar Rp600 ribu per triwulan atau Rp200 ribu per bulan.
Sosial Ahli Muda Dinsos Bintan, Roro Novi, mengatakan pihaknya sengaja membawa langsung pendamping PKH agar Kim Leng memahami bantuan tersebut tidak akan hilang jika pindah tempat tinggal.
“Kemarin kakek Kim Leng takut kalau pindah bantuan PKH-nya hilang. Alhamdulillah kami membawa petugas yang menangani langsung PKH sehingga kekhawatiran itu bisa dijelaskan,” katanya.
Roro menegaskan bantuan PKH tetap dapat dicairkan karena Kim Leng masih berdomisili di Kabupaten Bintan.
“Bantuan PKH tetap bisa dipindahkan karena masih di wilayah Bintan,” ujarnya.
Meski demikian, upaya Dinsos membujuk Kim Leng agar tinggal bersama anaknya belum berhasil. Lansia itu memilih bertahan di rumah yang selama puluhan tahun ditempatinya, meski kondisi bangunan sudah memprihatinkan.
“Bukan tidak mau tinggal dengan anaknya, tapi beliau tidak mau meninggalkan rumah ini,” kata Roro.
Kim Leng disebut baru bersedia pindah jika kondisi kesehatannya memburuk dan tidak ada lagi yang merawatnya. Tawaran tinggal di Rumah Bahagia pun masih ditolak.
Karena itu, Dinsos Bintan telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar bidan desa dan kader posyandu lebih aktif memantau kondisi Kim Leng.
“Kami juga meminta pilar-pilar sosial seperti TKSK, Tagana, dan lainnya ikut memantau keadaan kakek Kim Leng,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, petugas juga mendata sejumlah kebutuhan yang diperlukan Kim Leng, mulai dari beras hingga perlengkapan mandi. “Kita akan upayakan memenuhi kebutuhan tersebut melalui APBD Bintan,” tutupnya. (*)
Reporter : SLAMET NOFASUSANTO
Editor : GUSTIA BENNY