Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI akhirnya resmi terisi. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menunjuk Letjen TNI Robi Herbawan sebagai Kepala BAIS TNI definitif.
Perwira tinggi TNI AD lulusan Akademi Militer (Akmil) 1994 itu menggantikan Letjen TNI Richard Tampubolon yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas atau pejabat sementara Kepala BAIS TNI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan penunjukan tersebut. Menurut dia, sebelum dipercaya memimpin BAIS TNI, Robi Herbawan menjabat Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan.
“Benar, Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Kementerian Pertahanan Republik Indonesia,” ujar Rico, Kamis (7/5).
Penunjukan Robi dilakukan di tengah sorotan terhadap institusi BAIS TNI setelah kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, mencuat beberapa waktu lalu.
Peristiwa yang terjadi pada 12 Maret 2026 itu menyeret sejumlah personel BAIS TNI sebagai terdakwa. Kasus tersebut kini masih bergulir dalam persidangan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta.
Pasca kasus itu mencuat, Letjen TNI Yudi Abrimantyo menyerahkan jabatan Kepala BAIS TNI kepada Panglima TNI pada 25 Maret 2026. Setelah itu, posisi Kepala BAIS TNI sementara diisi oleh Letjen TNI Richard Tampubolon yang juga menjabat Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.
Kini, tongkat komando lembaga intelijen strategis TNI resmi berada di tangan Letjen Robi Herbawan.
Rico menyebut penunjukan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi sekaligus penguatan organisasi intelijen pertahanan negara.
“Penunjukan tersebut merupakan bagian dari proses regenerasi dan penguatan organisasi guna mendukung efektivitas pelaksanaan tugas intelijen strategis pertahanan negara,” katanya.
Berdasarkan rekam jejaknya, Robi Herbawan diketahui memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia pernah menjadi ajudan Prabowo saat menjabat Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Robi juga berasal dari korps baret merah TNI AD, sama seperti Presiden Prabowo. Kariernya banyak ditempa di satuan elite TNI AD sebelum dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis di bidang intelijen dan pertahanan. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK