Buka konten ini

MILITER Amerika Serikat melalui US Central Command (CENTCOM) mengumumkan akan menjalankan misi pengawalan kapal niaga di Selat Hormuz mulai Senin (4/5).
Misi bertajuk “Project Freedom” tersebut disebut merupakan perintah langsung Presiden Donald Trump untuk memastikan kelancaran pelayaran di salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia.
“Dukungan ini ditujukan bagi kapal-kapal niaga yang berupaya melintas secara bebas melalui koridor perdagangan internasional tersebut,” demikian pernyataan CENTCOM di platform X, Minggu (3/5).
Dalam operasi ini, militer AS akan mengerahkan kekuatan besar, termasuk kapal perusak berpeluru kendali, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, platform nirawak multidomain, serta sekitar 15.000 personel militer.
CENTCOM juga menegaskan bahwa inisiatif Maritime Freedom Construct akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan operasi tersebut. Program yang diumumkan oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat itu bertujuan meningkatkan pertukaran informasi serta koordinasi keamanan di kawasan.
Selain pendekatan militer, inisiatif ini juga menggabungkan langkah diplomatik guna menjaga stabilitas di Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik krusial bagi distribusi energi global.
Langkah AS ini dipandang sebagai upaya memperkuat keamanan jalur pelayaran internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY