Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menargetkan 13 taman nasional di Indonesia ditingkatkan menjadi kawasan konservasi kelas dunia. Dalam tahap awal, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur ditunjuk sebagai proyek percontohan (pilot project).
Selain TNBTS, dua kawasan lain yang masuk dalam rencana tersebut adalah Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur dan Taman Nasional Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengatakan khusus untuk TNBTS akan dilakukan revitalisasi besar-besaran. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.
Saat ini, satgas tengah menyusun langkah konkret guna memperbaiki tata kelola taman nasional. Ke depan, seluruh kawasan yang masuk program ini akan dikembangkan melalui skema pembiayaan inovatif agar mampu bersaing di tingkat global.
Raja Juli menegaskan, pengelolaan taman nasional tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan. Keterlibatan masyarakat juga menjadi kunci dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi.
“Sulit menjaga taman nasional tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya, Jumat (1/5).
Ia juga menekankan pendekatan ecology before tourism, yakni mendahulukan aspek pelestarian alam dibanding kepentingan wisata. Menurutnya, pembentukan satgas bukan untuk mengomersialkan taman nasional, melainkan memastikan ekosistem tetap terjaga.
“Fokusnya menjaga alam sekaligus mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” jelasnya.
Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional, Hashim Djojohadikusumo, menambahkan pengembangan taman nasional membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.
Ia menyebut langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah dalam merevitalisasi kawasan konservasi sebagai aset bangsa.“Taman nasional adalah kebanggaan Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan,” tegasnya. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK