Buka konten ini

PERSEDIAAN minyak goreng subsidi merek MinyaKita di Tanjungpinang kian menipis. Kondisi ini tidak hanya terjadi di tingkat distributor, tetapi juga di Gudang Bulog Tanjungpinang.
Saat ini, stok MinyaKita yang tersisa di Bulog hanya sekitar 3.600 liter. Jumlah tersebut diperkirakan hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir April 2026.
“Stok kami diperkirakan hanya cukup sampai akhir bulan ini. Untuk pasokan berikutnya, kami belum mendapat informasi dan belum bisa dipastikan untuk Mei,” ujar Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, Jumat (24/4).
Arief menjelaskan, tidak semua ritel di Tanjungpinang memperoleh pasokan MinyaKita dari Bulog. Selama ini, Bulog lebih memfokuskan distribusi untuk program bantuan pangan dan kegiatan pasar murah.
“Distribusi yang kami tangani diperuntukkan bagi bantuan pangan, seperti paket 20 kilogram beras dan 4 liter MinyaKita,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang, Riany, mengakui pasokan MinyaKita memang mulai menipis. Pihaknya telah berkoordinasi dengan distributor utama (D1) guna memastikan ketersediaan barang di lapangan.
“Stok masih ada, baik di Bulog maupun distributor. Namun distribusinya tersebar ke berbagai swalayan dan Rumah Pangan Kita (RPK), sehingga cepat berkurang,” ujarnya.
Riany menambahkan, faktor global turut memengaruhi distribusi minyak goreng, termasuk kebijakan ekspor produsen yang berdampak pada pasokan dalam negeri.
Untuk wilayah Tanjungpinang, kebutuhan Minyakita diperkirakan mencapai 30 ribu hingga 35 ribu dus per bulan, dengan satu dus berisi 12 liter.
Sebagai langkah antisipasi, distributor telah menambah pasokan dari luar daerah. Tambahan sekitar 12 ribu dus didatangkan dari Medan dan Dumai.
“Penambahan kuota ini diharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang,” pungkasnya. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY