Buka konten ini

JAKARTA (BP) – MER-C Indonesia kembali memperkuat layanan kesehatan di Jalur Gaza, Palestina, dengan mengirim Emergency Medical Team (EMT) ke-13.
Tim ini terdiri dari relawan logistik dan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.
Dalam siaran persnya, Jumat (24/4), MER-C menyebut dua relawan yang diberangkatkan adalah Nanang Khoirino dan dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Keduanya telah bertolak menuju wilayah misi pada Senin (20/4).
Nanang akan bertugas di Mesir untuk mendukung pengadaan serta distribusi bantuan kemanusiaan berupa alat kesehatan dan perlengkapan medis. Bantuan tersebut ditujukan untuk menunjang operasional Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan.
“Pengadaan alat kesehatan sangat penting karena fasilitas MER-C di Khan Younis menghadapi lonjakan pasien hingga lebih dari 1.000 orang per hari,” ujar Nanang.
Sementara itu, dr. Juli akan bertugas langsung di fasilitas kesehatan di Gaza yang menyediakan layanan rehabilitasi medik. Ia akan menangani pasien nyeri, korban amputasi, penyandang disabilitas, hingga anak-anak berkebutuhan khusus.
Dr. Juli menjadi dokter rehabilitasi medis pertama yang dikirim MER-C ke Jalur Gaza. Selain memberikan layanan, ia juga akan melakukan asesmen awal guna memetakan kebutuhan rehabilitasi medik di wilayah tersebut.
“Karena ini pengiriman pertama dokter rehabilitasi, tahap awal saya akan melakukan asesmen terkait kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Gaza,” ujarnya.
Ia mengakui, pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza bukan perkara mudah, terutama di tengah blokade yang diberlakukan oleh Israel. Kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam mendistribusikan bantuan secara optimal.
Karena itu, MER-C mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar.
“Dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan agar bantuan ini benar-benar memberi manfaat bagi saudara-saudara kita di Gaza,” tutupnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY