Buka konten ini

BATAM (BP) – Momentum peringatan Hari Kartini dimanfaatkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Kepulauan Riau untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha perempuan melalui pelatihan kewirausahaan di Kota Batam, Selasa (21/4).
Kegiatan yang digelar di Kantor Dewan Perempuan Bangsa, kawasan Orchard Park, itu diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai pelaku usaha rumahan. Pelatihan tidak hanya membahas dasar-dasar kewirausahaan, tetapi juga menitikberatkan pada pentingnya legalitas usaha serta peningkatan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Para peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pengurusan perizinan usaha, teknik pengemasan produk, hingga strategi pemasaran yang efektif.
Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepri Helmiaty Basri mengatakan, sebagian besar peserta sebenarnya telah memiliki produk sendiri, baik berupa kerajinan tangan maupun makanan olahan. Namun, mereka masih membutuhkan pendampingan agar produk tersebut memiliki nilai jual yang lebih tinggi.
“Hari ini fokus kami pada packaging atau kemasan produk. Mereka sebenarnya sudah punya produk, tinggal bagaimana kita dampingi supaya tampil lebih baik dan mampu bersaing di pasaran,” ujarnya.
Menurut dia, kemasan yang menarik serta kelengkapan izin usaha menjadi kunci agar produk lokal dapat menembus pasar modern. Dengan demikian, hasil produksi perempuan tidak hanya menopang ekonomi rumah tangga, tetapi juga berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Ia menegaskan, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial dalam rangka memperingati Hari Kartini, melainkan bagian dari program jangka panjang organisasi dalam membina perempuan agar mandiri secara ekonomi.
“Mulai dari produksi, desain, hingga pemasaran akan kita dampingi. Kita ingin mereka tumbuh menjadi pelaku usaha yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.
Saat ini, DPW Perempuan Bangsa Kepri memiliki sekitar 100 anggota dengan fokus pada pemberdayaan perempuan. Sebanyak 30 peserta yang mengikuti pelatihan ini menjadi gelombang pertama dalam pengembangan jaringan usaha perempuan di daerah tersebut.
Selain pendampingan teknis, organisasi tersebut juga berencana mempromosikan produk-produk peserta sebagai bagian dari informasi bisnis binaan perempuan Kepri. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM lokal.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKB Kepri, Aman, yang hadir mewakili Ketua DPW PKB Kepri, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini penting dalam memperkuat peran perempuan sebagai penopang ekonomi keluarga.
“Banyak perempuan yang sebenarnya sudah memproduksi barang berkualitas, hanya saja perlu dukungan agar usaha mereka berkembang. Wirausaha adalah salah satu tonggak ekonomi keluarga, sehingga kegiatan seperti ini patut didukung bersama,” ujarnya.
Ia berharap semangat Hari Kartini menjadi titik awal lahirnya perempuan-perempuan tangguh di Kepulauan Riau yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di dunia usaha.
“Kita ingin perempuan semakin berani berkarya dan mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga maupun daerah,” tutupnya. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO