Buka konten ini

TEHERAN (BP) – Iran menuntut Amerika Serikat (AS) segera membebaskan kapal dagang Touska beserta seluruh awaknya, termasuk keluarga awak yang berada di dalam kapal tersebut.
Tuntutan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran menyusul penyitaan kapal berbendera Iran oleh militer AS di Teluk Oman.
Sebelumnya, pada Minggu (19/4), Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan telah menyita kapal tersebut karena diduga mencoba menembus blokade yang diberlakukan AS di kawasan tersebut.
“Republik Islam Iran memperingatkan konsekuensi serius atas tindakan ilegal dan kriminal Amerika Serikat, serta menegaskan perlunya pembebasan segera kapal Iran, awak, dan keluarga mereka,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran.
Iran mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pembajakan maritim serta pelanggaran terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.
Sehari sebelumnya, Senin (20/4), juru bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan Iran akan mengambil langkah yang diperlukan terhadap pasukan AS setelah memastikan keselamatan awak kapal.
Ketegangan antara kedua negara meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Pada akhir Februari lalu, AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 7 April, AS dan Iran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan.
Kesepakatan itu dilanjutkan dengan perundingan di Islamabad, Pakistan, pada 11 April, namun berakhir tanpa kesepakatan.
Pasca kegagalan negosiasi, AS memperketat tekanan dengan memblokade sejumlah pelabuhan Iran. Hingga kini, mediator internasional masih berupaya membuka kembali jalur diplomasi untuk putaran perundingan selanjutnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY