Buka konten ini

ARSENAL menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) dalam semifinal Liga Champions musim lalu. PSG notabene klub yang paling jarang mencapai semifinal ketimbang FC Barcelona dan Inter Milan di slot empat besar lainnya.
Pada kenyataannya, PSG mampu menyingkirkan Arsenal, bahkan bablas juara.
Musim ini, Arsenal kembali menembus semifinal dan menghadapi Atletico Madrid. Los Colchoneros –julukan Atletico–merupakan kuda hitam di semifinal dan paling jarang mencapai empat besar ketimbang PSG dan Bayern Munchen.
Berkaca dari pengalaman musim lalu, The Gunners insecure (waswas) berhadapan dengan klub asuhan Diego Simeone tersebut.
Abaikan 4-0 di Emirates
Arsenal dan Atletico pernah bertemu di fase league musim ini. Pada matchday ketiga (22/10/2025) di Stadion Emirates, London, The Gunners mengalahkan Los Colchoneros dengan skor telak 4-0. Keempat gol tuan rumah tercipta hanya dalam rentang 13 menit di babak kedua.
Memori yang tidak membuat tactician Arsenal Mikel Arteta membusungkan dada. ’’Kami tidak hanya akan mengambil pelajaran dari pertemuan Oktober lalu, melainkan juga semua laga-laga yang mereka (Atletico) jalani baru-baru ini. Bedanya, kali ini kami harus pergi ke Madrid,” tutur Arteta seperti dilansir dari Football London.
Gelandang bertahan Arsenal berkebangsaan Spanyol, Martin Zubimendi, juga menganggap Atletico sebagai lawan tricky.
’’Laga ini bakal lebih rumit dari awal hingga akhir. Pemain mereka (Atletico) punya kekuatan teknis dan fisik yang luar biasa,’’ tutur mantan pemain Real Sociedad itu kepada Marca.
Semifinal Beruntun dalam 140 Tahun
Terlepas dari lawan Atletico, Arteta senang dengan capaian semifinal Arsenal di Liga Champions musim ini.
”Ini kali pertama dalam 140 tahun sejarah klub kami berada di semifinal secara beruntun. Ini jadi pencapaian bersejarah bagi Arsenal,” tutur Mister –sapaan akrab Arteta– di laman resmi klub.
Paling Tidak Produktif
Meski begitu, ada catatan khusus di balik kelolosan Arsenal ke semifinal. Gabriel Magalhaes dkk hanya mengumpulkan 27 gol sejak fase league. Di antara semifinalis lain, produktivitas gol The Gunners yang paling rendah.
Bandingkan dengan Bayern dan PSG yang sama-sama mengoleksi 38 gol.
Atletico juga mampu menorehkan 34 gol. Bahkan, dalam perempat final, Arsenal hanya mencetak satu gol dalam first leg di kandang Sporting CP pekan lalu (8/4). Di kandang sendiri, Emirates, kemarin (16/4), Arsenal malam melempem.
Namun, gelandang Arsenal Declan Rice tidak mempedulikannya. ”(Penampilan Arsenal) menyebalkan? Tidak, kami baru saja mencapai semifinal lagi. Aku tak peduli dengan yang orang pikirkan,’’ ucap Rice kepada BBC. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO