Buka konten ini

TANJUNGPINANG (BP) – Proyek pembangunan Jembatan Batam–Bintan (Babin) hingga kini belum menunjukkan kepastian. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai membuka peluang keterlibatan pihak swasta untuk merealisasikan proyek tersebut secara menyeluruh.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan waktu pembangunan jembatan itu. Meski demikian, koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan guna mencari skema pembiayaan yang memungkinkan.
Ansar mengungkapkan, Pemprov Kepri telah mempertemukan sejumlah pengusaha dengan Direktorat Jenderal Pembiayaan. Sejumlah investor disebut menunjukkan minat terhadap proyek dengan nilai investasi sekitar Rp17 triliun tersebut.
“Jika ada swasta yang siap membangun secara menyeluruh dengan skema tarif tol yang feasible, tentu akan kita dorong,” ujar Ansar, Rabu (15/4).
Menurutnya, sudah ada pihak swasta yang tertarik menggarap proyek tersebut. Namun, mereka mengusulkan perubahan desain agar pembangunan lebih memungkinkan secara teknis dan finansial.
“Ada yang menyarankan desainnya diubah agar bisa mereka kerjakan. Itu juga menjadi opsi yang cukup baik,” tambahnya.
Selain investor dalam negeri, sejumlah investor asal Tiongkok juga disebut berminat. Namun hingga kini, penjajakan dengan investor asing tersebut belum difasilitasi ke pemerintah pusat.
Sebagai informasi, Jembatan Babin direncanakan menjadi salah satu jembatan terpanjang di Indonesia dengan total panjang mencapai 14,6 kilometer. Bentangan utama sepanjang 7,6 kilometer akan menghubungkan Pulau Batam dan Bintan, sekaligus terintegrasi dengan kawasan strategis seperti Pulau Rempang dan Galang. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY