Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Penanganan kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok bisnis showroom mobil di Batam terus berlanjut. Hingga kini, jumlah korban dilaporkan telah mencapai lebih dari 30 orang dengan kerugian yang sebagian besar mencapai ratusan juta rupiah.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari korban dan saat ini masih fokus mendalami kasus serta melengkapi berkas perkara.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini kami masih mendalami serta melengkapi berkas laporan dan keterangan dari para korban,” ujarnya.
Kasus ini mencuat setelah laporan dari Hidayatul Chadmi yang mengaku tidak menerima uang hasil penjualan mobil Mitsubishi Xpander miliknya senilai sekitar Rp205 juta.
Kendaraan tersebut sebelumnya dititipkan kepada terduga pelaku untuk dijual, dengan janji pembayaran dalam beberapa hari. Namun, hingga kini uang tersebut tidak pernah diterima, sementara pelaku sulit dihubungi dan diduga menghilang.
Seiring berjalannya waktu, korban lain mulai bermunculan dengan pola kejadian serupa. Yulia, misalnya, mengaku mengalami kerugian dalam transaksi tukar tambah mobil. Ia telah menyerahkan kendaraan beserta dokumen STNK dan BPKB, namun dokumen kendaraan pengganti tidak pernah diberikan.
Korban lainnya, Dwi Sunarti, mengaku sempat menerima BPKB atas nama pemilik pertama setelah membeli mobil. Namun, saat dokumen tersebut dititipkan untuk proses balik nama, BPKB tersebut tidak pernah dikembalikan.
Sementara itu, Nanang Andika menyebut BPKB miliknya dipinjam oleh terduga pelaku dengan iming-iming imbal hasil. Namun, hingga kini keberadaan dokumen tersebut tidak diketahui.
Dari berbagai keterangan korban, terungkap sejumlah modus operandi yang digunakan pelaku. Mulai dari titip jual mobil tanpa penyetoran hasil penjualan, transaksi kendaraan tanpa penyerahan BPKB, hingga dugaan penggadaian dokumen kendaraan ke pihak leasing.
Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini secara menyeluruh, termasuk menelusuri keberadaan terduga pelaku serta kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO