Buka konten ini

HANOI (BP) – Polisi Vietnam memulai proses hukum terhadap jurnalis dan blogger terkenal, Le Anh Hung, atas dugaan kegiatan anti-negara. Kasus ini terjadi di tengah kontrol ketat pemerintah terhadap media di negara itu.
Le Anh Hung, mantan kontributor Voice of America (VOA), dituduh “membuat, menyimpan, menyebarkan, atau mempropagandakan informasi, dokumen, atau barang yang menentang Negara Republik Sosialis Vietnam,” menurut pernyataan yang dipublikasikan di situs kepolisian Hanoi.
Pria berusia 52 tahun ini sebelumnya pernah dipenjara lima tahun atas kasus “penyalahgunaan kebebasan demokratis” dan dibebaskan pada 2023, kata VOA. Postingan terbaru di blognya menyoroti kampanye pemerintah Hanoi untuk menertibkan pasar ilegal di kota tersebut.
Laporan Reporters Without Borders Agustus lalu menyebut, di bawah pengaruh Ketua Partai Komunis To Lam, pemerintah Vietnam semakin gencar mengontrol ucapan di dunia maya. Organisasi non-pemerintah itu menempatkan Vietnam di peringkat 173 dari 180 negara dan wilayah dalam World Press Freedom Index 2025, yang menilai kebebasan jurnalis.
Desember lalu, pendiri situs berita berbahasa Vietnam berbasis di Jerman, Le Trung Khoa, divonis in absentia atas aktivitas anti-negara dan dijatuhi 17 tahun penjara.
Kasus Le Anh Hung bukan satu-satunya. Februari 2025, jurnalis Truong Huy San dihukum 30 bulan penjara karena mengunggah artikel di Facebook yang mengkritik pemerintah.
Parlemen Vietnam juga memperketat undang-undang pers pada Desember lalu, memperluas kewajiban jurnalis untuk mengungkap sumber informasi mereka. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO