Buka konten ini

BIRMINGHAM (BP) – Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus mengakui keunggulan lawannya setelah tersingkir di babak 32 besar All England 2026. Pebulu tangkis berusia 28 tahun itu kalah dari tunggal Singapura, Jason Teh, lewat pertandingan rubber game 21-11, 10-21, 21-15 di Utilita Arena Birmingham, Rabu malam WIB.
Jojo mengaku shuttlecock yang digunakan terasa lebih berat dari biasanya, meski kondisi angin hampir tidak ada.
“Mirip seperti di All England 2024, tapi lajunya lebih lambat. Jadi memang lebih banyak mengeluarkan tenaga,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan PBSI.
Ia menambahkan, beberapa pukulannya kurang tepat, terutama saat melakukan smes.
“Harus lebih sabar dan tenang. Beberapa kali pukulan tidak pas, bolanya kadang berhenti,” kata Jojo.
Kekecewaan pun tak bisa disembunyikan, karena ia sudah menyiapkan diri dengan matang.
“All England adalah salah satu turnamen target saya. Setelah India Open, persiapan lebih banyak fokus ke sini, mulai dari fisik, mental, sampai strategi bermain,” ujar peraih gelar All England 2024 itu.
Jojo juga mencatat sektor tunggal putra tahun ini dipenuhi kejutan. Banyak pemain muda yang tampil mengejutkan, sehingga persaingan menjadi lebih merata. “Setiap pertandingan harus dianggap seperti final. Banyak pemain bagus, siapapun bisa menang,” tuturnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO