Buka konten ini

Anambas (BP) – Proses evakuasi pasien rujukan dari Kabupaten Kepulauan Anambas menuju Batam maupun Tanjungpinang masih penuh kendala. Hingga kini, kapal feri yang menjadi transportasi utama, MV VOC Batavia maupun MV Seven Star Island, belum memiliki ruang khusus pasien.
Pantauan di lapangan, pasien yang menumpang MV VOC Batavia biasanya hanya ditempatkan di sudut belakang, dekat pintu ruang mesin. Kondisi panas dan bising jelas membuat pasien semakin tidak nyaman.
“Kapal MV Seven Star Island memang lebih besar dan luas, namun perjalanan bisa memakan waktu hingga sembilan jam. Sama seperti Batavia, kapal ini juga tidak menyediakan ruangan khusus untuk pasien. Kondisi ini membuat pasien makin drop. Orang sakit diletakkan sembarangan, tentu sangat tidak manusiawi. Tapi mau bagaimana lagi, terpaksa,” ujar Hamid, relawan kemanusiaan di Tarempa, Jumat (22/8). Hamid menuturkan, pihaknya pernah mengusulkan kepada operator agar menyediakan ruang khusus pasien, namun usulan itu tak pernah ditanggapi. “Jangankan meringankan biaya transportasi, menyediakan tempat pun tidak bisa,” keluhnya.
Tak hanya soal kenyamanan, biaya perjalanan pun dinilai berat. Pasien tetap dikenakan tarif normal, Rp440 ribu ke Batam dan Rp550 ribu ke Tanjungpinang. “Belum lagi untuk tim medis dan keluarga yang mendampingi. Berat di ongkos, tapi fasilitas pasien tidak ada,” tambahnya.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Anambas, Nurullah, mengungkapkan pihaknya sudah berulang kali menyampaikan permintaan resmi kepada operator kapal. Bahkan, kunjungan langsung ke kantor operator di Tanjungpinang sudah dilakukan.
“Mereka menerima dengan baik, bahkan berjanji akan evaluasi. Tapi sampai sekarang, ruang pasien tidak kunjung ada,” tegasnya.
Nurullah berharap operator segera menindaklanjuti usulan ini. “Ini demi memanusiakan pasien. Mereka sudah sakit, jangan lagi dibuat sengsara di perjalanan,” pungkasnya. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO