Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Kecelakaan tragis merenggut nyawa seorang pelajar SMP di Jalan Punggowo, tepatnya di belakang gerbang Perumahan Duta Mas, Batam Kota, Selasa (5/8) siang. Muhammad Jefri Kurniawan, 13, siswa kelas 7 SMPN 31 Batam, tewas di tempat setelah motor yang ditumpanginya bersenggolan dengan truk crane saat mencoba mendahului dari sisi kiri.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 14.30 WIB. Jefri berboncengan tiga dengan dua temannya, RRA, 14 dan RRT, 14, menggunakan sepeda motor Yamaha Mio BP 4539 GR. Mereka melaju dari arah Kampung Air menuju Simpang Kara. Saat mencoba menyalip truk crane BP 8557 EO yang dikemudikan AS, 51, mereka kehilangan kendali setelah bersenggolan.
”Korban jatuh ke kolong truk dan terlindas. Dua rekannya hanya mengalami luka ringan,” jelas Kasubnit 1 Gakkum Satlantas Polresta Barelang, Ipda Tarmizi Rambe, Rabu (6/8).
Polisi telah mengamankan pengemudi truk, serta sepeda motor dan truk sebagai barang bukti. Olah tempat kejadian perkara juga sudah dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian.
Tarmizi menyayangkan pelanggaran berat yang dilakukan pelajar tersebut. Selain belum cukup umur untuk mengendarai motor, ketiganya juga berboncengan tiga dan tidak menggunakan helm. Ia mengimbau orang tua lebih aktif mengawasi anak-anak mereka.
“Jangan biarkan anak yang belum layak mengendarai motor. Ini bisa berujung maut, seperti yang kita lihat hari ini. Ini penting jadi perhatian para orangtua siswa, nyawa anak sangat berharga,” tegasnya.
Bahaya Anak Mengendarai Motor
Tragedi ini mengundang reaksi keras dari kalangan DPRD Batam. Anggota Komisi I DPRD Batam, Tumbur Hutasoit, menyebut maraknya pelajar SMP membawa motor ke sekolah sebagai bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak.
“Kita minta Dinas Pendidikan (Disdik) segera memanggil seluruh kepala sekolah tingkat SMP untuk menyampaikan larangan tegas. Ini harus jadi perhatian serius,” ujar Tumbur, Rabu (6/8).
Ia juga mendorong agar pihak sekolah langsung memanggil orang tua siswa untuk menegaskan larangan tersebut, sekaligus membangun kesadaran bahwa keselamatan anak harus menjadi prioritas utama keluarga.
Tak hanya menyasar sekolah dan keluarga, Tumbur juga meminta aparat kepolisian bertindak lebih tegas. Ia mengusulkan agar siswa yang tertangkap membawa motor ditindak langsung. “Motor ditahan, orang tua dipanggil, dibuat surat perjanjian agar tak diulangi,” tambahnya.
Ia menyebut, perilaku ugal-ugalan pelajar di jalan sudah semakin mengkhawatirkan. Di sejumlah kawasan seperti Batuaji, Sagulung, dan Batam Kota, pelajar bahkan kerap menjadikan jalan umum sebagai arena balapan liar.
“Kalau perlu, Polresta dibantu Brimob. Ini sudah darurat. Jangan tunggu korban berikutnya,” tegasnya. (***)
Reporter : Yofi Yuhendri – Eusebius Sara
Editor : RATNA IRTATIK