Buka konten ini
BATAM (BP) – Hewlett-Packard (HP) Indonesia resmi mengumumkan pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) untuk sejumlah produknya. Langkah ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri teknologi dan manufaktur lokal di Indonesia.
Dalam kunjungan pabrik ke PT Sat Nusapersada Tbk di Batam, Kamis (24/4), HP menyampaikan bahwa mereka telah memenuhi syarat TKDN untuk tiga produk laptop komersial. Ketiga produk tersebut masing-masing mencatat nilai TKDN sebesar 26,45 persen, 27,00 persen, dan 27,88 persen, melebihi ambang batas minimal 25 persen yang ditetapkan pemerintah.
Kemitraan strategis HP dengan PT Sat Nusapersada menjadi salah satu tonggak penting dalam memperkuat ekosistem industri teknologi dalam negeri. Produksi perangkat dilakukan di Batam, wilayah yang dipilih karena memiliki sumber daya manusia yang kompeten serta infrastruktur manufaktur yang mumpuni.
HP telah hadir di Indonesia selama lebih dari tiga dekade. Keberadaan HP tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga menjamin layanan dan pengalaman terbaik bagi konsumen. Hal itu disampaikan Managing Director HP Indonesia, Juliana Chan.
“Di HP, kami memiliki beragam produk, mulai dari laptop hingga printer. Batam kami pilih karena memiliki banyak mitra bisnis, termasuk PT Sat Nusa, serta ekosistem dan keterampilan yang mendukung,” ujarnya.
Juliana menambahkan, investasi ini merupakan bentuk tambahan komitmen HP terhadap pasar Indonesia. Produk-produk yang diproduksi di Batam akan difokuskan pada kebutuhan masya-rakat Indonesia, termasuk perangkat laptop dan printer.
Hadirnya HP di lini produksi dalam negeri disambut positif oleh Kementerian Perindus-trian. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta, menyampaikan apresiasinya atas komitmen HP dalam mendukung pertumbuhan industri nasional.
“HP memiliki sejarah panjang. Kami ingin terus mendorong industri dalam negeri agar semakin kokoh. Hadirnya HP di Sat Nusa adalah pesan penting bagi kami,” ujarnya.
Ia berharap, keterlibatan HP tidak hanya sebatas menjual produk, melainkan juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi lokal, khususnya di Batam. “Kami harapkan masyarakat Batam bisa merasakan langsung manfaat dari kehadiran HP. Komitmen ini harus diapresiasi,” tambahnya.
Langkah HP ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat struktur industri nasional melalui pemanfaatan komponen dalam negeri. Dengan masuknya HP ke dalam jalur produksi lokal, diharapkan dapat menciptakan efek berantai terhadap industri penunjang dan tenaga kerja lokal.
Produksi perangkat TKDN oleh HP di Batam juga diperkirakan akan memperkuat daya saing produk teknologi buatan Indonesia, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk ekspor di masa mendatang. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : RYAN AGUNG